Selasa, 29 Juni 2010

Dosa Kain dan Hati Habel

Sharing ini adalah ringkasan Renungan Recom (Revival Community) El Shaddai- Recom CMC wilayah Barat 9 Oktober 2009 :


Kejadian 4:3-4. Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu

Kain memilih pekerjaan sebagai seorang petani. Pada zaman itu, mereka semua makan dari tumbuh-tumbuhan. Jadi Kain dari awal bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri. Dia bekerja keras dengan tanah pertaniannya agar menghasilkan hasil pertanian yang baik.

Berbeda dengan Habel yang menjadi gembala domba, pekerjaannya setiap hari hanya duduk-duduk saja sambil memperhatikan domba-dombanya. Habel tidak bekerja sekeras Kain bekerja.

Sehingga ketika mereka sama-sama mempersembahkan korban yang terbaik kepada Tuhan, Kain begitu iri karena persembahan Habel diterima sedangkan persembahan dirinya tidak.

Kain begitu kecewa karena hasil kerja kerasnya ternyata tidak bisa menyenangkan Tuhan, padahal dia bekerja lebih keras dari Habel. Dia merasa lebih baik dari Habel. Perasaan yang sama dengan Lucifer, "lebih indah dari semua malaikat Tuhan yang lain "
Inilah Dosa Persaingan! Dosa yang sama yang dimiliki oleh Lucifer karena ingin menjadi sama dengan Allah yang maha Kudus.Dosa ini juga yang menyebabkan manusia pertama jatuh dalam dosa, yaitu ketika ular membujuk hawa untuk memakan buah itu, supaya menjadi sama seperti Allah.

Dulu waktu kita kecil seberapa sering kita menerima kata-kata :

" Kenapa kamu tidak bisa pintar seperti dia? "
" Kamu harus belajar yang rajin, supaya besok besar kamu bisa jadi orang kaya "
" Kalo kamu dapat rangking, kamu baru anak papa "

Tanpa disadari orang tua kita juga menurunkan dosa persaingan, dosa yang turun menurun diturunkan dari nenek moyang kita sejak jaman Kain, sejak zaman Hawa.

Sebaliknya, Habel, melalui cerita yang sama yang diceritakan oleh Adam dan Hawa, bagaimana mereka dulu hidup bersekutu dengan Allah di taman Eden dan jatuh ke dalam dosa, memiliki sifat yang lain.Dia tahu bahwa mereka tidak makan daging domba. Tetapi dari awal, dia memilih pekerjaan untuk menjadi gembala domba, hanya dengan satu tujuan, yaitu mempersembahkan anak domba sulung untuk Allah.

Tujuan hidup Habel dari awal adalah untuk menyenangkan hati Tuhan, oleh sebab itulah maka Allah begitu disenangkan oleh persembahan Habel.

Kawan, mari kita bertobat dari dosa Kain. Dosa yang selalu ingin tampak lebih baik dari orang lain, baik karena motivasi pribadi ataupun motivasi desakan orang lain. Kita hentikan semua persaingan yang menimbulkan kesombongan, iri hati, dengki dan perbuatan daging lainnya.

Persaingan akan membuat orang yang satu merasa lebih baik yang lain, sehingga membuat yang satu menjadi lebih sombong dari yang lain, sehingga menyebabkan keiri-hatian.

"Siapa yang ingin menjadi terbesar diantara kamu, hendaknya menjadi pelayan diantara kamu"

Tuhan Yesus tahu bahwa diantara murid-muridnya juga timbul persaingan, oleh sebab itu Tuhan Yesus mengingatkan kita begitu pentingnya kita untuk selalu menjaga hatidari segala perasaan ingin mendapat kehormatan lebih dari yang lain. Hati hamba itu yang selalu Tuhan inginkan.

Kawan, di akhir zaman ini, mari kita belajar memiliki hati seperti Habel. Tidak perlu peninggian dari manusia, tapi menyenangkan hati Tuhan, itu yang menjadi keinginan yang terutama dalam hati kita.

0 comments:

Poskan Komentar