Sabtu, 17 Juli 2010

Memandang sperti Tuhan memandang

Kali ini saya ingin menulis sebuah share khusus tentang perempuan, namun juga ditujukan kepada laki-laki.

Sudah beberapa bulan ini saya belajar memandang perempuan seperti Tuhan memandang dan mengasihi mereka. Dulu di tahun-tahun yang lalu, saya memiliki paradigma yang salah yang berpikir bahwa posisi kekuasaan seorang perempuan harus selalu berada di bawah laki-laki. Jika ada seorang perempuan menduduki suatu posisi/ jabatan di atas saya, saya cenderung sulit menerimanya. Saya tahu bahwa prinsip berpikir saat itu karena tidak sempurnanya gambar diri seorang ayah dalam diri saya dan kurangnya pengenalan akan Firman.

Di sini, saya ingin menyatakan dan melepaskan kasih karunia istimewa yang telah diberikan Allah secara khusus kepada kaum perempuan. Kaum perempuan tidak selemah yang kaum pria bayangkan selama ini. Selain itu, saat kaum perempuan dipercaya Tuhan untuk menduduki suatu posisi/ jabatan di atas kaum pria  itu bukan berarti kaum perempuan akan "mengendalikan" kaum pria ataupun beranggapan bahwa kaum pria lemah di mata kaum perempuan. Kaum laki-laki dan kaum perempuan telah dipakai Allah bersama-sama untuk mengerjakan kebangunan rohani menurut bagiannya masing-masing . . . dan Allah ingin memakainya lagi di akhir zaman ini.

Memahami penciptaan

Ketika Tuhan menciptakan dan mendelegasikan tugas kepada manusia Adam, sebenarnya dalam gen manusia laki-laki ini sudah terdapat kualitas kuat seorang perempuan, tapi masih tertidur. Kemudian Roh Allah mengambil tulang rusuk laki-laki itu, dan membentuknya menjadi seorang perempuan, yang diciptakanNya sebagai teman Adam. Perempuan itu bukan sekedar sepadan untuk Adam, ia juga mengembangkan kemampuan kreatif dari laki-laki itu. Sebenarnya, perempuan itu membawa banyak kasih karunia baru dalam dunia Adam yang tadinya belum ada, salah satunya yang terhebat adalah kuasa untuk mengandung dan melahirkan. Dalam kesatuan Adam dan Hawa, dalam sikap saling menghargai kekuatan dan karunia satu sama lain, manusia akan semakin mengekspresikan sifat dan rupa Allah.

Kejadian 2:22-23 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."

Laki-laki dibentuk Tuhan dari tanah, sedangkan perempuan diambil dari laki-laki. Selanjutnya perempuan dikembangkan oleh Allah dengan banyak hal yang tidak dimiliki oleh laki-laki, demikian pula sebaliknya. Selain itu, perempuan lebih kompleks dan rumit secara emosional dibandingkan laki-laki.

Kejadian 3:16 Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."

Kejadian 3:20 Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.

Ketika Tuhan menyatakan kepada perempuan itu bahwa ia diberi karunia mengandung dan membawa kehidupan ke dunia, maka Adam menamainya Hawa, yang berarti "Kehidupan". Hawa berperan penting dalam pembukaan awal kehidupan yang baru. "Dialah yang menjadi ibu semua yang hidup".

Firman Tuhan yang berkata "Ia berkuasa atasmu! "(Kejadian 3:16), itu adalah kalimat yang tepat untuk seorang suami-istri yang terikat dalam hubungan pernikahan yang kudus, jadi bukan kodrat mutlak umum perempuan yang harus tunduk kepada laki-laki. Karena kata-kata di ayat ini mengatakan tentang suami, berahi, mengandung, dan melahirkan; dan itu hanya diperbolehkan ada saat terjadi ikatan hubungan pernikahan yang kudus dan benar di mata Tuhan sebelumnya. Benar dan kudus di mata Tuhan, itu intinya. Selain itu, istri hanya menundukkan diri kepada suami yang takut akan Tuhan, karena hanya suami yang takut akan Tuhan yang layak mendapat penundukan dari seorang istri. Jika suami tidak takut akan Tuhan atau malah belum kenal Tuhan sama sekali, istri hanya layak menghormatinya. Menghormati berbeda dengan menundukkan diri.

Keunikan masing-masing yang mencerminkan Allah yang luar biasa

Kepada Adam, Tuhan memberi kemampuan utama untuk memberi nama dan membangun realitas. Sedangkan kepada perempuan, Tuhan memberi kemampuan unik untuk mengandung dan melahirkan realitas.
Mereka adalah cerminan dari Allah. Kemampuan laki-laki untuk mengatur dunianya, membereskan kekacauan, dan memberi definisi dan struktur adalah kemampuan ilahi. Kemampuan perempuan untuk mengandung/"mengerami" serta melahirkan kehidupan kemudian adalah juga kemampuan sifat dasar ilahi.

Ada terjemahan lain di Alkitab, bahwa Hawa berarti "memeriahkan". Perempuan melepaskan kehidupan dalam berbagai ekspresinya yang luar biasa di mata laki-laki.  Ketika sendirian, Adam merasa sedih. Tidak baik bila Adam seorang diri. Hawa memeriahkan kehidupan Adam, dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh makhluk lain di bumi. Adam dapat membangun rumah dan Hawa menjadikannya sebagai tempat tinggal yang nyaman. Hawa membawa kehidupan yang indah dalam struktur dunia Adam.

Pengaruh terhadap Kebangunan rohani

Berdasarkan bagaimana Tuhan mencipta, kecenderungan rohani secara umum adalah perempuan sangat baik dalam berdoa syafaat, dalam kepekaan rohani, mengandung/ mengerami dan melahirkan sesuatu yang baru dari rahim doa mereka; walaupun bukan alasan bagi laki-laki untuk tidak berdoa. Sebenarnya, beberapa pendoa syafaat terbaik dalam Alkitab juga adalah laki-laki, karena Firman Tuhan juga mencatat dari pihak laki-lakilah, imam dipilih. Memang tidak ada yang lebih unggul dari yang lainnya. Keduanya sama-sama penting untuk menyatakan kehendak Allah di bumi, menurut bagian masing-masing dalam rencana Allah.


Saat ini kita menghadapi peperangan yang gencar dari si jahat di banyak bidang. Kematian, kehancuran rohani terjadi, korban-korban berjatuhan dalam peperangan rohani, maka dari itu kita membutuhkan kebangunan rohani. Untuk memperoleh kebangunan rohani secara nasional, "kemampuan melahirkan" kuasa Allah yang dimiliki perempuan harus digunakan. Semua usaha laki-laki untuk membangun hukum dan memerintah dengan benar tidak akan benar-benar mengubah budaya kita. Kita membutuhkan sesuatu yang lebih besar.

Bagi Perempuan

Perempuan pilihan Allah, ketahuilah, surga membutuhkan anda. Anda diciptakan oleh Yang Maha Kuasa untuk membuat terobosan di bumi ini. Allah telah merancang anda secara unik dengan kemampuan terpendam untuk melepaskan kehidupan melalui doa syafaat anda. Bersama dengan anda, kami laki-laki dapat membangun dan menyusun. Kami sedang belajar berdoa, tetapi anda mempunyai karunia istimewa untuk melepaskan awal rohani yang baru.

Iblis akan memerangi anda, perempuan, karena "Permusuhan antara ular dan perempuan" (Kejadian 3:15) masih ada. Iblis sangat membenci anda, karena benih andalah yang meremukkan kepala ular. Yang mengagumkan bagi saya adalah, Allah memilih membawa AnakNya ke dunia, bukan dengan turun dari langit, bahkan bukan melalui perempuan yang mengandung karena laki-laki, melainkan melalui perempuan yang mengandung karena Roh Allah. Allah sendiri datang ke dunia melalui kuasa perempuan untuk melahirkan. Ini rahasia ilahi buat kita dan anda, para perempuan. Allah yang menyatakan dan melepaskan kuasaNya melalui rahim doa anda. Melalui doa syafaat kalian pula, anda akan melahirkan pendoa pendoa yang berkuasa yang pernah ada sebelumnya, namun bukan di masa ini, laki-laki dan perempuan yang perkasa di bumi. Kalian yang akan melepaskan awal baru kepada Tubuh Kristus.

Belajar dari kesungguhan Hana yang akhirnya melahirkan sesuatu dari rahim doanya dalam artikel Hana yang beroleh belas kasihan, diingat Tuhan

Bagi Laki-laki

Laki-laki pilihan Allah, anda semua dan saya akan membangun Kerajaan Allah di bumi ini. Anda dan saya akan menyusun strategi ilahi bagaimana merapatkan barisan dan bersama-sama dengan perempuan pilihan Allah, kita akan melatih barisan para pendoa yang kuat. Kita menjadi imam, perantara antara Allah dan jiwa-jiwa yang kita doakan. Laki-laki, kita harus hidup kudus dan benar, memiliki karakter yang saleh jika kita ingin dipakai Tuhan seterusnya.



AMIN. Mari berjuang bersama ! God bless us

Artikel yang berkaitan dengan penciptaan manusia : Belajar dari pengalaman manusia pertama

0 comments:

Posting Komentar