Rabu, 26 Januari 2011

Allah Membenci Orang Yang Memiliki Visi

Detrich Bonhoeffer adalah salah seorang pengarang favorit saya. Ia adalah pembawa suara kenabian sejati di awal abad ini. Dengan tanpa kompromi, ia berdiri menentang kegelapan terbesar pada zamannya, dan meninggal karenanya di dalam sebuah kamp tawanan Nazi. Dalam salah satu bukunya, Life Together, ia membuat sebuah pernyataan sederhana, namun berani dan mengejutkan, "Allah membenci orang yang memiliki visi." Terjemahan dari bahasa Jerman dalam penulisan bukunya ini mungkin sedikit lebih keras daripada yang dimaksudkannya, tetapi ada suatu kebenaran dalam hal ini yang perlu kita pahami.

Visi merupakan kekuatan yang dahsyat. Hampir semua kemajuan yang dicapai manusia merupakan hasil dari orang-orang yang mempunyai visi. Saya sangat bangga melihat begitu banyak orang yang bervisi berkumpul di jemaat-jemaat lokal kita. Saya telah mendengarkan banyak visi, dan saya merasa sebagian besar visi tersebut berasal dari Tuhan. Hal itu menggugah hati saya dengan adanya pengertian bahwa ada potensi untuk sesuatu yang lebih luar biasa daripada yang dapat saya harapkan beberapa tahun lalu. Namun, jika kita ingin memenuhi panggilan kita sebagai perorangan dan sebagai gereja, maka kita sekarang harus melangkah lebih jauh daripada sekedar mempunyai sebuah visi.


Hampir setiap orang, baik Kristen maupun non-Kristen, mempunyai visi tentang apa yang ingin mereka lakukan atau apa cita-cita mereka. Akan tetapi, hanya sedikit orang yang dapat mewujudkannya. Memiliki visi saja tidak akan pernah menghasilkan apa-apa. Di antara visi dan perwujudannya, selalu ada pekerjaan yang berat dan membosankan yang hanya sedikit orang mau melakukannya. Saya pikir itulah sumber frustrasi Bonhoeffer dengan orang-orang bervisi itu.

Karena itu, tidak peduli betapapun hebatnya visi seseorang, saya tidak terlalu bersemangat terhadapnya sampai saya melihat dia juga mempunyai hati untuk bekerja. Mempunyai visi adalah bagian yang menyenangkan. Melaksanakan visi itu biasanya akan jauh lebih sulit. Di antara tempat kita menerima janji dan Tanah Perjanjian, terdapat padang gurun yang adalah kebalikan dari apa yang telah dijanjikan kepada kita. Padang gurun itu adalah tempat iman kita kepada Allah akan dimurnikan, dan pengetahuan tentang diri sendiri menjadi lebih nyata. Padang gurun adalah tempat para visionaris kosong dipisahkan dari mereka yang memiliki iman sejati, yang sangat mengasihi tujuan Allah sehingga rela membayar harga agar visi-visi itu diwujudkan. Itulah sebabnya Yakobus menulis: "Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati" (Yakobus 2: 26).

Allah tidak memanggil kita keluar dari perbudakan hanya untuk berkeliaran tanpa tujuan di padang gurun. Dia memanggil kita untuk hidup dalam kepenuhan warisan yang diperoleh-Nya bagi kita di kayu salib. Tujuan kita tidak pernah kurang daripada maksud tersebut. Sudah saatnya kita melewati padang gurun dan mulai memiliki janji-janji yang telah diwariskan kepada kita. Saya bahkan lebih yakin bahwa sekarang adalah saatnya untuk menyeberang ketika saya melihat begitu banyak orang dengan visi yang hebat, tetapi juga memiliki hati yang besar dan siap untuk bekerja. Namun, janganlah kita lupa bahwa ketika kita sudah menyeberangi Sungai Yordan dan kita mulai memakan hasil tanah itu, peperangan baru saja dimulai. Menikmati penggenapan janji-janji kita memang sulit, tetapi itu pantas diperjuangkan.

Kita harus mengkombinasikan visi dengan hikmat untuk mengetahui cara melakukan pekerjaan itu, iman untuk meyakini bahwa itu bisa dilakukan, bersama dengan ketetapan hati untuk melakukannya dengan sungguh-sungguh. Mereka yang mempunyai visi untuk melihat rumah Tuhan dipulihkan, dan tembok-tembok kota-Nya yang besar dibangun kembali, akan menderita serangan dari dalam dan dari luar. Tetapi, mereka yang memiliki iman sejati tidak akan terhalang. Tujuan kita ialah mendengar pada hari penghakiman yang mulia itu, "Baik sekali perbuatanmu hamba yang baik dan setia, engkau telah menyelesaikan pekerjaan yang Aku berikan kepadamu."

Sumber : Rick Joyner - 50 Renungan Untuk membangun Visi Anda.
Artikel diambil dari http://jikaoru.multiply.com/journal/item/66/Allah_Membenci_Orang_Yang_Memiliki_Visi_-_Rick_Joyner

0 comments:

Poskan Komentar