Tampilkan postingan dengan label share. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label share. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Juni 2014

Bentuklah Hatiku

Lyric:
Bentuklah Hatiku Tuhan
Perbarui Rohku ini
Buat Hatiku lembut
Mendengar suaraMu ya Tuhan

Ajar Aku Taat Tuhan
Hidup dalam PanggilanMU yang kudus
Membri yang terbaik
dari hidupku di mezbahMU

ref:
Kau kusembah
Kau kutinggikan
Dari hatiku kumuliakan Yesus Rajaku

Tiada yang lain Tuhan
di dalam hidupku ini
Selain tuk hidup menyenangkanMu Yesusku
by: Maximillian Steve / Musik dan lirik lagu ini saya gubah di bulan Des 2012.

Senin, 03 Maret 2014

Kartu undangan iblis

Apakah mungkin kita bisa tetap memberi makan manusia rohani sekaligus juga tetap memberi asupan buat manusia lama kita? Apakah mungkin kita bisa tetap mencintai Tuhan tanpa membenci apa yang tidak disukaiNya? Seringkali kita perlu meminta Tuhan menunjukkan keadaan hati kita yang sesungguhnya, karena kita buta dan mudah diperdaya oleh hati yang belum dimurnikan.

Iblis bukanlah problem kita yang terbesar. Memang dia pencuri, pembunuh dan pembinasa, namun iblis intervensi dalam kehidupan manusia hanya ketika  ada yang mengundang dia masuk melalui kesempatan, kelemahan atau pintu celah yang terbuka. Bidang-bidang kehidupan yang berpusat pada diri sendiri, yang belum diserahkan ke Tuhan, belum diterangi adalah problem kita yang terbesar.. dan itu adalah kartu undangan bagi iblis..

Apa yang membuatku datang kepadaNya

Ketika kudatang pada Tuhan di pagi hari, Dia bertanya apa yang membuatku datang kepadaNya. Sejenak aku terdiam dan berpikir.

Apakah karena cinta, namun cintaku kepadaNya tidak setulus cintaNya,  tidak senyata cintaNya. Aku beranggapan aku sedang mencintaiNya, namun  tanpa kusadari ternyata aku mencintai pelayanan, panggilanNya, mencintai pekerjaanku bagiNya dan bukan diriNya. Aku juga bisa terpenjara dengan banyak cinta yang lain ( keluarga, hobi, marketplace, dll).

Apakah karena setia, namun aku meragukannya juga. Petrus yang belum dewasa saat itu berkata bahwa dia akan tetap setia sampai mati, namun Tuhan tahu yang sebenarnya. Jika bukan karena kasih setiaNya sampai detik ini, aku pun sudah terhilang dan tersesat. SetiaNya lebih terbukti daripada di mulutku.

Apakah karena suatu kebutuhan, karena aku membutuhkanNya. Namun aku sadar itu tidak benar juga. Aku malah bagaikan lintah yang melekat sementara untuk menghisap darah inangku, lalu melepaskan diri dari inang itu ketika aku merasa tidak membutuhkannya lagi, yaitu ketika aku merasa kenyang. Mungkin ketika berkat-berkat kuterima, aku jadi tidak membutuhkanNya lagi. Sungguh egois.

Aku cuma terdiam dan merasa begitu berat untuk menjawabnya. . Namun Tuhan sepertinya tahu apa yang kupikirkan sehingga Dia langsung menjawab .. "Karena identitas"..
(bersambung)

Selasa, 05 Maret 2013

Sharing di bulan Maret 2013

1. Pertama kali yangg harus dilakukan ketika ada tugas pelayanan, adalah doa, cari isi hati Tuhan. Ini bukan bicara melatih skill bicara di depan umum, tapi apa hati Tuhan ketika engkau melayani terutama dalam PAW atau Firman. Yang harus dibenahi ketika kita datang dalam suatu persekutuan/ komsel, adalah kau datang utk memberi dan bukan menerima. Jika konsep kita ingin menerima apa yang kau inginkan, maka kalau suatu ketika komsel/persekutuan tidak memuaskan engkau, pasti engkau kecewa dan malas untuk datang lagi.
2. Kekeluargaan itu penting dalam persekutuan/komsel. Simpati, empati, saling mendoakan itu perlu dikembangkan. Kita jangan jadi zombie-zombie rohani.
3. Miliki mental pejuang. Jangan beranggapan bahwa jika kita sudah lakukan sesuatu buat Tuhan (entah terpaksa atau dengan ketulusan) berarti kita layak dapat upah. Jangan jadi orang upahan. Ingat peristiwa Sadrakh, Mesakh, Abednego yang "sekalipun Tuhan tidak tolong kita, kita tetap tidak akan menyembah patung yang Tuanku dirikan". Kadang walaupun kita sudah lakukan yang benar/ baik (sudah pelayanan, doa dll) namun bukan berarti tidak ada masalah yang menghadang atau langsung jadi jalan tol.
4. Miliki pengenalan Tuhan yang benar dan tepat. Kalau kita dangkal dalam pengenalan akan Tuhan, maka kita juga dangkal untuk menghadapi masalah bahkan bisa berlebihan meresponinya. Ingat Tuhan bukan sinterklas,bukan jin Alladin, bukan dinsos. Tuhan tidak sembarangan menjawab doa. Engkau harus hidup benar dan bisa dipercaya Tuhan atas berkat-berkat-Nya maka Tuhan ya dan amin atas hidupmu. Jangan mengatasnamakan Tuhan atas usaha nekadmu dan pembenaran dirimu. tanggung sendiri akibatnya. Jangan salahkan Tuhan. Jangan egois.
5. Jangan sampai nilai kebenaran Kristus dikompromikan/ terkikis dengan perkembangan dunia ini. Misal dalam pencarian pasangan rohani lewat jodoh online. Walaupun dengan embel-embel sama-sama anak-anak Tuhan tapi tetap aja caranya tidak bersumber kepada Kristus dan sama skali tidak membuat orang tersebut mencari kehendak Tuhan yang tepat. Jangan cari pasangan asal KTP kristen atau embel-embel anak Tuhan. Anak Tuhan yang pelayanan saja bisa tetap tidak bener di mata Tuhan koq.

Kamis, 09 Agustus 2012

Dewasa roh namun tetap jadi anak untuk beberapa hal

Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu! I Korintus 14:20

Jadilah anak-anak(asal kata: bayi, kanak-kanak) dalam kejahatan. Jadilah murni, original, asli, berasal dari gambar rupa Bapa kita. Seorang anak yang sejati hanya mau trima yang sejati dari Bapa. "Bayi" tidak pernah timbul kecurigaan dan keinginan jahat dari hati/pikirannya, dia hanya menginginkan keintiman dan pengayoman dari ElShaddai..

Kamis, 29 Desember 2011

Di atas Mezbah Tuhan

Tak terasa sudah kembali lagi ke penghujung akhir tahun 2011. Kita sudah merayakan Natal mungkin seperti di tahun-tahun sebelumnya di gereja ataupun bersama keluarga. Namun, sejenak kita merenungkan bagaimana pertumbuhan iman dan pengenalan kita akan Tuhan selama setahun ini. Apakah masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya atau ada peningkatan namun sedikit? belum ada peningkatan yang cukup banyak? Memberikan perhatian  yang lebih serius untuk pertumbuhan rohani kita adalah maunya Tuhan.

Bulan Desember adalah awal bulan bagi saya untuk mencari kehendak Tuhan yang lebih lagi. Banyak hal yang telah saya alami di tahun ini , sukacita, duka tangis dan tidak jarang mengalami shock terapi :). Kadang sering lebih mudah bagi saya untuk mempercayai apa yang telah jelas di depan mata, daripada mempercayai Firman Tuhan yang belum tahu jelas kapan terjadinya. Lebih mudah menuruti keinginan emosi daripada mempercayai FirmanNya. Lebih mudah berjalan dengan hikmat dan kemampuan sendiri daripada mengandalkan Tuhan. Lebih ingin mendapatkan pengakuan manusia daripada hidup benar di mata Tuhan. hmm. ciri-ciri seorang Musa yang lama masih ada dalam diri saya....

Senin, 04 Juli 2011

Jiwa yang berharga di mata Tuhan

Contoh sebuah ilustrasi tentang indahnya yang Tuhan perbuat jika kita mau taat pada arahanNya.

Kamis, 30 Juni 2011

What are things that makes Jesus hates us

Siapakah yang dapat memisahkan kita dari Kasih Kristus? Kita dikasihiNya bukan karna kita memang layak dikasihi. Dia terlebih dulu mengasihi kita jauh sebelum kita berada dalam kandungan seorang ibu. Dia mengasihi kita bukan karena perbuatan kita yang baik, namun karna Allah adalah KASIH. God Loves You. Penerimaan Tuhan tidak bersyarat.

Sabtu, 30 April 2011

Tiga Zona ujian untuk tetap hidup dalam panggilan

Ketika saya bertobat, menerima dan mengalami Yesus sebagai Tuhan, Raja, Penguasa hidup dan Juruselamat saya sekitar tahun 1997-1998, tak lama kemudian saya menemukan gairah yang begitu besar, cinta mula-mula untuk menemukan apa yang Tuhan mau dari saya, yaitu panggilan hidup yang lebih mulia dari apapun. Yeah.. saya akhirnya menemukan, walaupun terus terang apa yang saya dapatkan sperti potongan puzzle demi puzzle dalam setiap perjalanan hidup saya sampai sekarang, namun lama kelamaan potongan demi potongan yang dikumpulkan tersebut membentuk "gambar panggilan hidup" yang jauh lebih jelas dibandingkan ketika saya mendengarkan suara panggilan Tuhan untuk yang pertama kalinya saat masih SMA. Hal yang luar biasanya, iblis tidak pernah tinggal diam. Baginya, hal itu merupakan suatu ancaman awal ketika ada anak Tuhan yang memutuskan untuk mengikut Tuhan dan mau hidup dalam panggilanNya.

Ada 3 zona ujian hidup yang akan selalu kita alami dan yang saya pelajari, iblis akan berusaha membuat kita terjatuh dan mundur dari panggilan ilahi :

Senin, 04 April 2011

Sometimes we felt God's playing a joke on us

Tuhan ingin agar kita mengejar DIA, namun memang DIA susah ditangkap.. sampai suatu ketika... DIAlah yang mengejar dan menangkap kita. Good pic ^^.

Jadilah anak yang mengagumi Bapanya

Salah satu ciri seorang anak adalah berusaha meniru orang tuanya. Biasanya anak perempuan mencoba meniru ibunya dan ia pertama kali banyak belajar tentang sikap seorang lawan jenis melalui ayahnya dan bagaimana ayah tersebut memperlakukan istrinya. Demikian juga sebaliknya bagi anak laki-laki. Dari sejak kecil, saya memiliki kedekatan dengan ayah saya; walaupun sebagai anaknya, saya juga nakal. Setiap kali ayah saya berkhotbah di depan mimbar, saya sering membuat keramaian, mengelilingi ruang ibadah, berlari ke sana kemari; Namun hal itu tidak mengurangi cinta ayah kepada saya. Terkadang ibu saya membuatkan baju jas dan mengenakannya kepada saya ketika ayah mengenakan jasnya dan hendak berkhotbah. Tidak ada hal lain yang lebih berkualitas daripada saat saya berjalan bergandengan tangan dengan ayah saya. Kedekatan itu membuat saya ingin meniru dirinya dan mencari-cari sosok seorang ayah dari dirinya.

Ketika ayah saya meninggal, saya kehilangan sosok seorang pria yang menjadi gambar diri saya, terlebih saya mengalami kebingungan dan merasa menjadi anak yang berbeda dari anak-anak seusia saya. Sepuluh tahun lebih saya mencari figur seorang ayah melalui orang-orang lain, salah satunya melalui para pemimpin dan kakak rohani saya; namun saya malah memasang tolak ukur idealis seorang ayah, sehingga membuat saya kecewa dan terluka dengan para pemimpin karena tidak sesuai dengan tolak ukur keinginan saya. Perjalanan pencarian itu yang menyusahkan hati dan menguras air mata, akhirnya membawa saya bertemu dengan pribadi Bapa dan menerimaNya sebagai Bapa dalam hidup saya. Mengenal Allah Bapa buat saya adalah hal tidak mudah, karena KehadiranNya tidak bisa dilihat secara fisik. Namun saya bersyukur beberapa kali, Ia menyatakan diriNya melalui mimpi, impresi dan beberapa hal supranatural yang tidak bisa saya sebutkan di sini. Itulah Bapa, sampai sedetilnya Ia ingin menyatakan diriNya dan kasihNya kepada kita yang mau mengenalNya, yang mau memburuNya. Saya ingat sepuluh tahun yang lalu, saya pernah berdoa, "Bapa, siapakah Engkau? Aku ingin mengenalMu, kenalkanlah diriMu, ya Bapa!". Perkataan itu ditangkap oleh Bapa.. dan Ia menangkap saya sampai hari ini. Apakah anda mengerti maksud cerita saya. Bapa menunjukkan diriNya, kepada mereka yang mau mencariNya dengan sungguh-sungguh dari hati terdalam.

Kamis, 17 Maret 2011

Sebelum Tuhan menepati JanjiNya dan melimpahkan warisan rohani

Ulangan 31:21 "...Sebab Aku tahu niat yang dikandung mereka pada hari ini, sebelum Aku membawa mereka ke negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada mereka."

Ayat sebelumnya menjelaskan " Sebab Aku akan membawa mereka ke tanah yang Kujanjikan . . . mereka akan makan dan kenyang dan menjadi gemuk, tetapi mereka akan berpaling kepada allah lain dan beribadah kepadanya. Aku ini akan dinista mereka dan perjanjian-Ku akan diingkari mereka. "( Ulangan 31:20)

Sebelum Tuhan membawa kita masuk ke tempat yang lebih lagi, ke tanah yang diwariskan kepada kita, ada hal yang harus kita bereskan terlebih dahulu di hadapan Tuhan. Dalam terjemahan lain dikatakan bahwa "Sebab Aku tahu jalan pikiran mereka, Aku tahu tujuan dan hasrat mereka yang begitu kuat..."Ada suatu kecenderungan pola pikir yang salah yang masih melekat dalam jiwa kita, sehingga walaupun Tuhan setia menepati JanjiNya untuk membawa kita masuk ke tempat yang lebih tinggi dalam kemuliaan dan berkatNya, dikatakan bahwa kita bisa berpaling dariNya dan menyembah "allah" yang lain. Sebelum menerima warisan rohani yang dijanjikan Tuhan atas gereja-Nya di Indonesia, saya harus beres dari kecenderungan hati dan pikiran saya yang jahat. Saya merenungkan dalam dua hari ini dan ada beberapa hal yang salah yang saya temukan dalam diri saya, yang bisa membuat saya menajiskan dan menolak ikatan perjanjian yang ilahi :

Rabu, 23 Februari 2011

Namaku Stephanos..eh Stephanus

Belum lama ini saya datang ke toko buku rohani Metanoia yang dekat dengan daerah kantor saya. Selain dengan tujuan membeli beberapa buku rohani yang saya inginkan, saya juga berniat membelikan buku renungan buat adik rohani saya. Setelah mencari dan membaca beberapa buku renungan yang ada yang semuanya bagus-bagus, saya tergerak atas satu buku renungan yang menjelaskan arti nama "Stephanos". Teman-teman, nama saya, Stephanus, namun memang sering dipanggil dengan nama Step, Steve atau Steven. "Bukankah Nama itu Ajaib?" - Hakim 13: 18. Saya percaya, dalam setiap pemberian nama dari orang tua kandung kita, maupun nama rohani/nama baptis dari orang tua/ kakak rohani kita, mengandung suatu dorongan dan harapan agar kita kelak menjadi seperti nama tersebut. Nama Stephanus bukan nama baptis saya, itu benar-benar tertulis dalam akte kelahiran saya :). Apa yang saya kutip berikutnya berasal dari buku renungan, tak lupa saya akan menyertakan nama buku tersebut sebagai referensi :)

Kamis, 17 Februari 2011

Bolehkah ini, bolehkah itu, mengapa tidak boleh?

Mungkin lebih baik jika saya mensharingkan tentang ini kepada kita semua. Tanpa kita sadari sampai sekarang banyak dari kita terkena tipu daya iblis yang licik untuk membangun kubu-kubu pembenaran diri sendiri dan keangkuhan manusia, yang berakibat setiap dari kita semakin terikat dengan kebodohan dan kebohongan iblis.

II Korintus 10:5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.

Jujur ketika menulis share post ini, saya harus berkata bahwa tahun-tahun lalu saya pernah mendapat pemikiran yang tidak benar yang mengompromikan tindakan onani/ masturbasi, di samping saya tahu bahwa itu memang dosa. Saya bergumul tentang hal itu, karena saat itu pikiran saya belum dimerdekakan oleh Kristus. Anehnya ketika saya ingin mencari kebenarannya dalam forum-forum internet, malah banyak argumen dari forum-forum luar bahkan juga dari forum kristiani yang memperbolehkan melakukan onani/ masturbasi, seperti :
  • Dari segi kesehatan, onani itu tidak apa-apa karena turut juga mengeluarkan kotoran-kotoran yang bersamaan keluarnya mani sperma.
  • Lebih baik onani daripada melakukan hubungan seks dengan lawan jenis.

Rabu, 09 Februari 2011

Sebuah perjalanan hidup yang kedua

Tak terasa sudah 18 tahun berlalu sejak meninggalnya papa yang kusayang. Saat aku menulis post ini adalah kesempatan bagiku untuk sejenak merenungkan apa yang telah Allah Bapa perbuat dalam hidupku sampai sekarang. Ternyata dengan berlalunya tahun demi tahun, aku hampir saja melupakan bahwa aku pernah memiliki seorang papa dalam hidupku. Sekilas cerita, lebih dari 10 tahun, aku tidak bisa menerima kenyataan bahwa seorang yang aku sayangi telah meninggal. Masa itu, aku belum benar-benar bisa melepaskan kepahitan dan kekecewaanku kepada Tuhan, sedangkan keluargaku bukanlah keluarga yang kaya. Aku menjadi seseorang pendiam dan cukup pasif sejak meninggalnya papaku. Amarah, menuntut kesempurnaan, sombong dan egois, itulah sisi burukku yang terbesar. Aku hidup sebagai anak tunggal, karena kokoku meninggal saat aku masih berusia setahun. Sampai sekitar 2 tahun lalu, jujur aku iri dengan teman-temanku yang mempunyai saudara-saudara kandung yang kompak; walaupun ada juga beberapa temanku yang memiliki saudara kandung, yang iri dengan hidupku sebagai anak tunggal. Ya.. itulah hidup, selalu merasa bahwa hidup orang lain lebih baik dari hidupnya sendiri. Namun itulah lembar hidup masa laluku yang telah ditutup, dibayar lunas dengan darah Yesus, serta semua memang karena kasih karuniaNya dan kebesaran hatiNya sebagai Bapa yang berulang kali mengarahkan aku. Cukup lama bertahun-tahun buat aku, untuk benar-benar utuh menerima kasihNya dari sejak pertama kali Bapa menyatakan kepadaku dengan sejelas-jelasnya, bahwa aku adalah anakNya dan Ia menjadi Bapaku yang mau menopangku hari demi hari.

Jumat, 04 Februari 2011

"Lonceng Sekolah Bapa telah berbunyi!"

Tidak kusangka ternyata hari-hari sekolah Bapa telah dimulai lagi. Hari ini kira-kira pukul 02.00 pagi, aku tiba-tiba terbangun dan aku merasakan dalam rohku, bahwa lonceng sekolah Bapa telah berbunyi kembali, setelah sekian lama tidak berbunyi. Aku ingat terakhir kali aku mendengar suara lonceng itu berbunyi adalah ketika aku masih berada di kelas SMU. Tidak kusangka banyak hal indah bersama Bapa yang telah kulupakan di masa SMA entah kenapa...dan saat itu, tiba-tiba Bapa mengingatkannya lagi setelah genap 10 tahun. Sebenarnya dari beberapa hari yang lalu, satu demi satu kembali kuingat dengan jelas bagaimana perjumpaan pertama kali dengan Bapa, sampai bagaimana aku meminta agar Bapa menunjukkan kemuliaanNya padaku...ohh. aku ingin mendengarkan kembali suara Bapa yang lembut dan tegas itu... ohh. aku rindu hidupku dipenuhi dengan HadiratNya. Aku ingat bagaimana ketika itu pertama kalinya hatiku terbujuk dan condong kepada keinginan dunia ini... dan memang begitu menyakitkan bagi Roh-Nya. Aku ingat bagaimana perasaan Roh saat itu ketika aku mendukakan dan memadamkan apiNya... seakan ada yang terpisah dari hidupku sendiri... begitu sedih yang kurasakan. Aku ingat dengan jelas bagaimana mata dan pikiranku tergoda kembali pada dosa masa laluku, dosa perzinahan, bagaimana akhirnya aku gagal untuk mempertahankan kekudusan hidupku... jatuh dan bangun berulang kali. Aku ingat dengan jelas bagaimana aku hidup dalam kesombongan, mencuri kemuliaanNya, mencuri persembahan bagiNya. Bagaimana mungkin anak kesayangan Bapa mendukakan hatiNya sendiri.

Selasa, 25 Januari 2011

Langit bumi akan lenyap, tapi Firman-Nya tetap

Hari ini, biarlah kalimat itu yang menjadi kekuatan iman dalam hidup kita. Jika kita merasakan akhir-akhir ini bahwa suatu janji Tuhan yang begitu besar masih belum juga dinyatakan dan panggilan Tuhan atas hidup kita belum berdampak dan mempengaruhi banyak orang, sehingga kita mulai ragu dan diragukan oleh orang lain, sahabat dan rekan rohani. Rekan rohani mungkin mulai bertanya-tanya apakah kita sudah tepat berada di jalur-Nya, apakah kita sedang menolak panggilan-Nya dan seperti Yunus, dikiranya kita sedang berlari dari panggilan Tuhan yang sebenarnya. Belum lagi iblis akan mengintimidasi pelayanan dan buah kita, seakan-akan apa yang kita lakukan adalah percuma "nothing". Kadang itu membuat "drop" perasaan kita dan bingung sendiri dengan arah hidup kita. Apa yang kita yakini memang sudah dari Tuhan, karena "sesuatu" itu lahir dari roh dan telah diteguhkan, tiba-tiba sekarang menjadi sesuatu yang tidak menyakinkan kita lagi. Tiba-tiba peperangan dan pergumulan batin melanda pikiran kita dan sangat menyesakkan batin kita. Biarlah Firman Tuhan merhema dengan kuat, "Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku, kebenaran-Mu memerdekakanku !" -Mazmur 94:19, Yoh 8:31-32.. , "Langit bumi akan lenyap, tapi Firman-Ku itu tetap!" Matius 24:35.

Sabtu, 22 Januari 2011

Dicari hati yang lurus di tengah dunia yang bengkok !

Lukas 6:43-45 "Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya."

Sederhana sekali apa yang ingin saya sharekan. Bagaimana keadaan hati kita sekarang ini? Firman Allah mengatakan bahwa hati adalah pusat terpancarnya kehidupan kita ( Amsal 4:23). Jika hati kita benar, maka perbuatan dan perkataan kita akan menunjukkan hal-hal yang benar. Jika hati kita tidak baik kondisinya, maka seluruh hari itu, emosi dan sikap kita menjadi seakan tidak terkendali dan tidak benar.

Jika hati kita tetap lurus di tengah dunia yang bengkok hati ini, maka kitalah bintang-bintang Tuhan yang bercahaya bagi mereka.

Anda adalah Saksi Kristus di tengah dunia yang bengkok ini

Yesaya 43:10-13 "Kamu inilah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku. Akulah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan, dan bukannya allah asing yang ada di antaramu. Kamulah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan Akulah Allah.

Tahun 2011, Tuhan membawa pesan buat kita semua anakNya yaitu untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan-Nya yang kedua kalinya. Dia pasti datang dan kita harus dipersiapkan menjadi mempelai-Nya yang dewasa, kudus dan tiada bercela. Amanat Agung harus tetap bergema dari surga ke atas kita, "Pergilah, jadikan smua bangsa Murid-Ku. Beritakanlah Injil kepada smua orang, Nyatakanlah bahwa Aku Kristus ada di dalam dirimu, Lakukanlah perkara-perkara yang Aku mau atas hidupmu dan KuasaKu menyertaimu !". Tuhan memberi amanat kepada para muridNya, para Rasul-Nya; namun tugas kerasulan mereka, tugas pengabaran Injil benar-benar berdampak ketika ada Kuasa yang turun dari atas, Kuasa dari Pribadi Roh Kudus yang membuat mereka menjadi Saksi-Nya. Kita tidak bisa menuaikan Amanat Agung dengan maksimal, jika Kuasa yang dari atas belum turun menaungi dan tinggal dalam kita; yaitu Pribadi Roh Kudus yang melatih kita dan mempersiapkan kita menjadi mempelaiNya. Jika Sang Mempelai Pria sudah benar-benar datang untuk menjemput kita, maka tugas Pribadi Roh Kudus sudah selesai.

Kisah 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
 

Rabu, 12 Januari 2011

Berkat yang harus diucapkan para pria

Bilangan 6:22-27 TUHAN berfirman kepada Musa: "Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;  TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka."

Para pria harus belajar mengucapkan kata-kata berkat mulai sekarang, karena Allahlah yang memerintahkan kepada kita para pria sebagai imam untuk memberkati orang lain, teman-teman kita, keluarga kita dan di mana pun kita berada. Allah pun berjanji jika kita sungguh-sungguh memberkati mereka atas namaNya, maka ucapan berkat itu ada kuasaNya.

Sesungguhnya tidak ada hal rohani yang lebih indah selain ketika Allah menyinari kita dengan wajahNya dan menunjukkan wajahNya yang manis pada kita.