Tampilkan postingan dengan label seri pengajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seri pengajaran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Maret 2014

Problem keakuan

Anak-anak Tuhan, saya dan kita semua tanpa disadari terjebak dalam penjara-penjara keakuan, yaitu bidang-bidang kehidupan, ruang-ruang hati yang belum diserahkan atau belum dibereskan ke tangan Tuhan, sehingga menjadi masalah besar bagi kita dan sekeliling kita, bahkan itu menjadi celah buat iblis campur tangan dan memperbudak kita.

Jumat, 13 September 2013

Karakter parasit menyerang di dalam rumah Tuhan

Dalam suratnya ayat 1 sampai 25, Yudas menasihatkan setiap kita yang hidup di akhir zaman ini, bahwa ada di antara kita yang hidup dalam kefasikan, menyalahgunakan kasih karunia Allah demi kepuasan hawa nafsu dan kepentingan diri mereka. Ada dari kita yang hidup seperti di zaman Sodom Gomora, melakukan dosa percabulan, mengejar kepuasan untuk dicintai, mendapatkan perhatian kasih sayang yang salah dan demi kepuasan hawa nafsu yang tidak wajar seperti cinta sesama jenis(homo/lesbi) (ayat 7). Ada juga yang seperti di zaman Henokh, ketika kejatuhan para malaikat yang kawin dengan perempuan manusia, mengajarkan hal-hal yang dilarang Tuhan, melakukan kekejian di mata Tuhan yang fatal dan melahirkan para raksasa yang memakan manusia (ayat 6). Namun kali ini, saya memfokuskan pada 3 karakter roh parasit di akhir zaman yang mungkin tidak kita sadari melekat di diri kita anak-anak Tuhan, memecah belah dan merapuhkan pondasi dan bangunan yang benar.

Yudas 11 "Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah"

Karakter KAIN
Kejadian 4.:3-5
"Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan;  Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram."

Diceritakan Kain menjadi sangat panas hati, karena Tuhan tidak mengindahkan apa yang telah dia persembahkan. Sebenarnya tidak menjadi perkara fatal, apakah Tuhan mengindahkan atau tidak, karna Kain bisa belajar dari adiknya mengapa Tuhan bisa mengindahkan persembahan adiknya. Itu yang namanya proses direndahkan oleh Tuhan supaya mau belajar. Namun tidak demikian dengan respon hati Kain seketika itu.

Karakter Kain adalah tipe orang yang sukar dikoreksi, sukar merendahkan hatinya/ berbesar hati untuk mengakui dan berubah. Dia tidak  mau belajar dari orang lain sekalipun itu harus adiknya sendiri/ yang tidak layak menjadi rivalnya. Karakter orang yang merasa dirinya layak diperhitungkan seperti ini,  akan membuat dirinya sedih, kecewa, marah dan akhirnya iri merasa tersaingi pada prestasi orang lain. Ketika dirinya dinilai orang lain buruk, dia bisa begitu galau muram larut dalam kepahitan,atau bahkan bisa marah dan benci stengah hidup kepada orang yang menilainya. Ketika Tuhan menegur dan bertanya di mana Habel, Kain bersifat defense dengan jawaban "nyengak"/nada meninggi yang membuat orang shok dengan nadanya.

Ciri:
  • pakai topeng. Ke mana-mana, dia akan memakai topeng untuk menutupi kebusukan, kebencian dan kemarahan hatinya, supaya orang lain tidak bisa menyentuh area sensitifnya itu.
  • tiba-tiba bersifat defense "aku tidak seperti itu"/ menjawab "nyengak" atau berespon marah ketika ditegur, diarahkan orang lain(misal gembala, pembimbing, atau sahabat rohani) maupun ketika mendapat teguran Firman Tuhan.
I Yoh 3:12 "bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar."

Apa yang berbau busuk tidak bisa disimpan atau disembunyikan terlalu lama. Serapi apapun, kebusukan hati yang berbau itu akan terus menyebar dan menyengat dan pasti tampak dari buah perbuatan dan perkataan. Jalan Kain penuh dengan pelarian dan pengembaraan di bumi di dalam kutukan.  Tanah yang ia usahakan tidak sepenuhnya memberikan hasil. Orang yang belum beres dari kebusukan hatinya yang jahat akan hidup dalam kutuk perjalanan Kain.


SOLUSI: bertobat, berjaga-jaga dan mau rendah hati ketika ditegur atau diarahkan atas hal-hal dalam diri kita yang tidak benar. Walaupun bisa saja penilaian orang lain salah, tapi menerima dengan lapang dada dan kerendahan hati itu yang benar, kita pun bisa belajar dari dapur "keberhasilan" orang tersebut. Belajar respon menjawab dengan nada yang santai dan tidak tegang. Percayalah bahwa orang benar yang menilai tidak bermaksud menyerang dan menjatuhkan kita; namun ingin supaya kita lebih baik lagi.

Kesesatan bileam.

Bil 22:8-20
Lalu berfirmanlah Allah kepada Bileam: "Janganlah engkau pergi bersama-sama dengan mereka, janganlah engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka telah diberkati." Bangunlah Bileam pada waktu pagi, lalu berkata kepada pemuka-pemuka Balak: "Pulanglah ke negerimu, sebab TUHAN tidak mengizinkan aku pergi bersama-sama dengan kamu." ...Tetapi Bileam menjawab kepada pegawai-pegawai Balak: "Sekalipun Balak memberikan kepadaku emas dan perak seistana penuh, aku tidak akan sanggup berbuat sesuatu, yang kecil atau yang besar, yang melanggar titah TUHAN, Allahku. Oleh sebab itu, baiklah kamu pun tinggal di sini pada malam ini, supaya aku tahu, apakah pula yang akan difirmankan TUHAN kepadaku." 

Jika kita membaca beberapa ayat tersebut, kita dapat melihat keanehan dari jawaban Beliam. Jelas-jelas Tuhan melarang orang-orang Moab datang lagi ke rumahnya, namun kunjungan orang-orang Moab yang kedua dengan membawa pemuka-pemuka yang lebih terhormat serta hadiah yang lebih banyak, Bileam berusaha bertanya pada Tuhan sekali lagi. Bileam berusaha mengompromikan hukum Tuhan. Seharusnya jika orang Moab datang lagi yang kedua, seharusnya Bileam usir mreka dengan tegas dan tidak menjadikan mereka tamu menginap.

Karakter Bileam bertipe orang yang mau lakukan apa saja demi dapat sebuah upah, kehormatan atau demi mencapai kemauannya; sekalipun dia harus mengompromikan Firman Tuhan juga.

Hati-hati dengan anak-anak muda yang sering menjadi target incaran kepuasan para homo dan lesbian akhir-akhir ini. Dengan iming-iming dapat uang jajan, atau demi mendapat perhatian sayang (yang salah) yang tidak mreka dapatkan dari kluarganya. Jangan heran jika anak-anak muda itu juga anak-anak Tuhan yang masih belum berakar kuat dalam Tuhan. Anak-anak Tuhan yang rapuh lebih mudah mengompromikan Firman Tuhan bahkan sekalipun mereka harus menjual diri mereka, iman mereka, demi uang, cinta, kebanggan atau perhatian yang tidak benar.

II Pet 2:15-16 Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat. Tetapi Bileam beroleh peringatan keras untuk kejahatannya, sebab keledai beban yang bisu berbicara dengan suara manusia dan mencegah kebebalan nabi itu.

Ciri:
  • memperhitungkan untung ruginya dalam pelayanan dan ibadah minggu. Merasa ibadah itu tidak penting. Melayani dan beribadah dengan motivasi salah, misal ingin pendekatan dengan cewek/ cowok yang ditaksir, maka ikut satu pelayanan dengan dia.
  • Hidupnya didominasi pada suasana hati, keadaan atau suasana yang dialami saat itu, dan bukan pada iman dan kesetiaan mengikutNya. Contoh: malas ke gereja ketika merasa Tuhan tidak menjawab doanya, atau ketika keluarganya tertimpa masalah.
  • cenderung bebal, karena berusaha mengompromikan apa yang sudah tahu jelas apa kesalahannya, namun tidak bersedia menaatinya, karena beberapa pertimbangan yang salah.
SOLUSI: Belajar taat Firman Tuhan, tidak kompromi. Tegas terhadap apa yang salah dan kesempatan berbuat dosa. Jangan tukarkan hak kesulungan anak Tuhan dengan semangkok kacang merah. Jangan berikan perhiasanmu kepada babi/anjing.

Hati-hati dengan ikatan dosa yang belum dibereskan, artinya kita tidak benar-benar bertobat dan belum mengakui jujur di hadapan orang yang menudungi hidup kita. Ikatan itu seperti celah bagi iblis untuk hancurkan kita dan sebagai bom waktu. Mungkin kita merasa sudah tidak melakukannya lagi dan melupakannya, namun suatu ketika hal itu bisa terulang lagi ketika tipu daya iblis dijalankan, dan bisa saja saat itu kita sudah menjadi seorang pemimpin yang memiliki banyak anak, dan kejatuhan kita bisa memahitkan anak-anak rohani kita, seperti yang terjadi akhir-akhir ini yaitu kejatuhan hamba-hamba Tuhan yang terkenal nama dan pelayanannya.

Kedurhakaan korah 

Bilangan 16:1-3
Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan.

Dilihat dari bagaimana dia bisa mempengaruhi para pemimpin dan orang kenamaan, dapat dibayangkan Korah selain seorang imam Lewi di kemah suci, dia adalah sosok figur pemimpin yang berkarisma. Mungkin Korah mendapat dukungan dari orang-orang yang tidak menyukai gaya kepemimpinan Musa. Korah sendiri juga bermasalah dengan Musa. Satu dengan yang lain saling membentuk kelompok yang ingin menendang kepemimpinan Musa, padahal jelas yang mengangkat Musa dan Harun sebagai pemimpin bangsa Israel adalah Tuhan sendiri.

Karakter Korah yang durhaka ini adalah roh parasit yang tidak menyetujui otoritas yang Tuhan berikan atas seseorang, antara lain otoritas yang memimpin dirinya atau yang ada di atas dirinya. Selama di bumi ini, selalu Tuhan berikan orang-orang yang memiliki otoritas atas kita, misal ayah ibu dalam keluarga kandung, pemerintah, bos atau manajer di dalam kantor, bahkan keluarga rohani di dalam rumah Tuhan. Semua otoritas tersebut dengan sengaja Tuhan tetapkan dalam hidup kita sebagai wakil pemerintahan Allah selama di bumi ini. Mereka adalah orang-orang yang tetap harus dihormati, sebagaimana kita mengakui otoritas yang Tuhan berikan atas hidup orang-orang tersebut. Belajarlah seperti Daud yang tidak berani membunuh Saul sekalipun ada kesempatan, karena Tuhanlah yang memilih Saul dan hanya Tuhanlah yang berkuasa menghentikan Saul (I Samuel 24: 5-7).

Roma 13:1-4 Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya... Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu...






Hati-hati dengan hukum tabur tuai. Jika kita tidak menghormati orang yang dituakan atau orang tua kita, maka kita juga bakal tidak dihormati orang-orang lain.

Ciri:
  • Memakai cara berselubung rohani untuk melawan otoritas rohani, mengatasnamakan Tuhan.
  • atau memakai emosi (marah-marah, minggat, berkata kasar) untuk melawan otoritas dalam keluarga.
SOLUSI: tidak ada cara lain selain hormat dan penundukan diri kepada otoritas tersebut. Jika itu orang tua kandung, kita harus hormati mereka, namun tidak boleh melakukan apabila disuruh melakukan apa yang tidak benar. Jika itu orang tua rohani kita, selayaknya selain hormati, penundukan diri juga taat  ketika mereka berbicara dalam kebenaran dan mengarahkan kita.

Kain dan Bileam adalah orang yang sudah kenal suaraNya dan dengar-jawab suara Tuhan langsung; sedangkan Korah adalah imam keturunan Lewi yang biasanya sehari-hari melayani rumah Tuhan, dalam kekudusan dan kesetiaan. Mereka adalah anak-anak Tuhan di dalam rumah Tuhan, namun mereka terpikat dalam hawa nafsu dan kepentingan diri sendiri, menuju kebinasaan kekal. Tiga karakter tersebut menjadi roh-roh parasit yang menyelusup dalam diri anak-anak Tuhan saat ini, supaya Tuhan tidak berkenan atas anak-anak Tuhan dan gerejaNya. 

WASPADALAH ! itu bisa menjadi noda dalam perjamuan kasih gereja Tuhan, siapa tahu diri kitalah yang menjadi pemecah belah, orang yang dikuasai keinginan dunia dan yang hidup tanpa Roh Kudus.

Jumat, 17 Mei 2013

KasihNya tidak bertambah atau berkurang

Ayub 35:6-8 Jikalau engkau berbuat dosa, apa yang akan kaulakukan terhadap Dia? Kalau pelanggaranmu banyak, apa yang kaubuat terhadap Dia? Jikalau engkau benar, apakah yang kauberikan kepada Dia? Atau apakah yang diterima-Nya dari tanganmu? Hanya orang seperti engkau yang dirugikan oleh kefasikanmu dan hanya anak manusia yang diuntungkan oleh kebenaranmu.
Sering kita alami dan beranggapan, kita merasa hidup kita disertai Tuhan dan optimis menjalani hidup sepanjang hari itu, yaitu saat kita merasa dekat dengan Tuhan, sudah bersaat teduh, melayani atau dengan kata lain kita sudah berbuat banyak bagi Tuhan, sehingga kita merasa bebas dari tuduhan-tuduhan moral pikiran dan hati kita yang mengingatkan sebagaimana layaknya kita sebagai orang kristen. Bahkan ekstrimnya, kita merasa jadi manusia saleh yang layak diperhitungkan oleh Tuhan. Sebaliknya saat sudah merasa jauh dari Tuhan, gagal mengikut Tuhan, mungkin kita berkali-kali jatuh di area dosa yang sama, terpuruk dalam persoalan yang berkepanjangan, sudah lama kurang berdoa baca firman, atau mungkin merasa sudah lama kita kurang berbuat banyak bagi Tuhan, yang mengakibatkan moral dan hati kita menuduh kita bahwa kita kurang sungguh-sungguh menjalani hidup kekristenan kita, sehingga sepanjang hari itu bahkan berlarut-larut di hari ke depannya, kedapatan kita semakin tersiksa dengan tuduhan itu dan bisa kita malah mengeraskan hati kita sendiri. Kemudian kemungkinan besar nantinya di suatu titik puncak tertentu kita, kita bisa berkata “hidupku koq sama saja dari hari satu ke hari lain. Percuma ke gereja. Percuma ke retreat. Bukannya tambah baik, malah seakan tambah susah. Tuhan sudah tidak sayang aku lagi”. Lalu kita semakin jauh dari komunitas rohani dan merasa-merasa dikucilkan sendiri. Dua keadaan ini sering dialami oleh anak-anak Tuhan. Namun satu hal yang harus dibenahi adalah Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu-Yeremia 31:3” … I have always loved you, so I continue to show you my constant love. (Today’s English Version). Tuhan tidak lebih mengasihi kita saat kita berbuat banyak hal yang baik/ benar bagiNya. Tuhan juga tidak mengurangi kasihNya saat kita jatuh dalam kegagalan atau berbuat dosa. Jangan beranggapan bahwa Tuhan itu bermuka dua. Jadi teman saat kita berbuat benar, dan jadi musuh kita saat kita berbuat dosa. Namun sebenarnya baik saat kita benar atau salah, Tuhan tetap di tahtaNya. Dia seperti bapa yang menantikan anak bungsunya pulang ke rumahnya (Lukas 15:20).
Kasih Tuhan itu konstan, tetap, tidak berubah dan kekal.

Jika kita dekat dengan Tuhan, maka kerohanian kita yang berbuah, karakter kita semakin diperkuat ke arah Kristus (namun hati-hati jangan kita tinggi hati dan meremehkan hal-hal yang tetap penting di mataNya. Karena semakin banyak pengetahuan dan kesalehan namun tanpa kerendahan hati dan kesetiaan, membuat anak-anak Tuhan tersandung). Sebaliknya, Jika kita menjauh dari Tuhan, maka kita membuka celah bagi iblis untuk mempengaruhi dan mengikat hidup kita. Iblis sering mempengaruhi dan mencemari hidup kita terlebih dulu di area jiwa (emosi, pikiran, perasaan dan kehendak), walaupun ia tidak bisa memiliki nyawa anak Tuhan (karena semua perbuatan iblis atas anak-anak Tuhan yang ditebusNya, harus seizin Tuhan). Ia juga bisa menajiskan anggota-anggota tubuh kita, benda-benda atau ruang-ruangan yang ada untuk membuat Tuhan tidak berkenan atasnya. Hidup yang dekat dengan Tuhan dan jauh dari Tuhan akan berdampak besar dalam hubungan sesama kita. Orang-orang sekeliling kita yang merasakan perubahan hidup karakter kita. Mereka dirugikan atau diuntungkan oleh perubahan karakter kita, namun tidak bagi Tuhan. Dia tetap konstan mengasihi kita. Dia tetap mendidik kita sebagai anak-anak kesayanganNya. Keberadaan hati nurani yang sering menuduh kita adalah “alarm” rohani yang digunakan Tuhan untuk mengingatkan merosotnya kerohanian kita. Namun hati nurani kita bisa salah berfungsi jika hati itu tidak terus dibersihkan dengan FirmanNya setiap hari dan setiap saat. Hati nurani bisa dicemarkan, sehingga menjadi licik dan jahat.

Ibrani 10:22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. 

Yeremia 17:9 Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?

 Kebenaran Firman Tuhan ini tentang perlakuan Tuhan atas kita biarlah menjadi Metanoia bagi kita semua. Mari kita semakin dibersihkan dan diperkuat ke arah Kristus. Amin. Berilah makan manusia rohani kita, yaitu sisi yang Tuhan tidak izinkan iblis pengaruhi. Jangan biarkan manusia rohani kita lemah sehingga mudah dipengaruhi oleh jiwa kita. Biarkan dia manunggal dan sepakat dengan keinginan Roh Kudus. Belajar menundukkan keinginan daging kita setiap saat, akan terus melemahkan manusia daging kita. Namun jika kita menjauh dari Tuhan, manusia daging bisa bangkit dan mempengaruhi hidup kita kembali.

WaktuNya tidak lama lagi. Maranatha.

Minggu, 05 Mei 2013

Kesombongan dan Pembenaran Diri Ayub

Seringkali jika kita membicarakan tentang Ayub, maka yang terlintas pertama kali dalam pikiran kita adalah penderitaannya, kesalehan dan kesetiaannya dalam ujian yang dialaminya. Ayub sering dijadikan contoh teladan sebagai seorang yang tetap bertahan, setia dan sabar di dalam masa ujian besar dan tragis tersebut; namun beberapa hari ini saya kembali belajar dan mendapatkan beberapa hal yang baru dan berbeda dari kisah seorang Ayub ini.

Yang harus kita sadari bahwa Ayub benar-benar manusia biasa seperti kita. Apa yang dipikirkan dan diperkatakan sungguh wajar ketika seorang mengalami masalah dan duka yang begitu besar dan dalam rentang waktu yang sangat lama, namun batas yang Tuhan izinkan dari semua itu adalah “… tidak melebihi kekuatan manusia itu… tidak akan membiarkan kamu melampaui kekuatanmu. .. Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya”. ( I Korintus 10:13) . Ayub dikisahkan oleh Tuhan sebagai pembelajaran model bagi kita manusia bahwa pentingnya respon manusia yang perlu diubah dan sifat pikiran Tuhan yang luar biasa melalui masalah-masalah manusia yang dialami di dunia ini.

“Masalah” membuat kita menyadari bahwa kita bukanlah pengendali apa yang terjadi di sekeliling kita. Dengan “masalah”, Tuhan ingin mengeluarkan sampah-sampah di dalam pikiran perasaan kita. Bahkan dengan “masalah”, Tuhan ingin membongkar tipu daya iblis yang selama ini rapi tersembunyi di dalam diri manusia yang sekalipun dikatakan saleh, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan sperti Ayub ini. Mungkin jika Ayub tidak diizinkan Tuhan mengalami hal ini, Ayub pun tidak menyadari kebusukan hatinya yang terdalam dan merasa “fine-fine” saja. Tentu tidak akan pernah dicatat :  “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu." (Ayub 42: 5-6).  Perkataan itulah yang menyudahi ujian yang dialaminya, sehingga Tuhan berkata “Cukup. HambaKu Ayub telah menyadarinya. Tipu daya iblis telah dibongkar dari hidupnya. Skarang waktunya Aku memulihkannya”.

Rabu, 30 November 2011

Berjalan bersamaNya dalam ketepatan


Hari -hari ini, hati saya begitu berkobar-kobar untuk hidup dalam panggilan Tuhan secara tepat. Firman Tuhan secara jelas pagi ini menegur saya, ".. kamu tahu nak, bagaimana seberapa seriusnya kamu harus hidup berkenan kepadaKu!", yang ternyata ada di dalam I Tesalonika 4: 1.Yup, merenung sejenak, memang kelihatannya saya sudah serius, namun kalau dipikir-pikir lagi tidak juga ya, ya agak-agaklah. Serius, bisa diartikan dengan whole-hearted, try even harder, bound more and more. Ternyata masih banyak yang harus saya lakukan untuk menyatakan bahwa saya mau benar-benar serius hidup dalam kebenaran.. dan kasih. Kebenaran dan  Kasih harus berdampingan dan itu area jatuh bangun saya untuk belajar hidup di dalamnya.

Izinkan saya hari ini mensharingkan hal yang penting yang saya dapatkan dalam perenungan saya. Daripada saya mencatat di kertas saya dan menyimpannya untuk diri saya sendiri, lebih baik saya mensharingkan untuk jadi berkat buat kita semua. dan tentu saja supaya tidak saya saja yang kena tegur dari Tuhan he3...

Jelas kita hidup di bumi untuk melakukan kehendak Tuhan, tidak diragukan lagi. Anda dan saya dilahirkan untuk berjalan bersamaNya, mengenal rencanaNya dan melakukannya.. serta tentu saja menyelesaikan/ menggenapi bahkan harus ada regenerasi yang menangkap visi Tuhan. Anda dan saya diciptakan untuk berjalan bersama dan melayaniNya. Namun, bagaimana kita meresponi seiring kita berjalan bersamaNya dan tentu saja melakukan kehendak Tuhan secara tepat. Ada dua hal yang saya dapatkan :

1. INSIDE : Mengizinkan Tuhan memperlengkapi dan mengerjakan segala sesuatu yang ilahi di dalam kita, yaitu yang baik dan berkenan seperti apa yang Dia mau. Ibrani 13:20-21 . Kapan terakhir kalinya kita merelakan dan membiarkan Tuhan membongkar bobroknya hati kita? kapan terakhir kalinya kita mau dihancurkan, dibentuk dan diperlengkapi untuk maksudNya? Dia mau bekerja demi kasihNya pada kita. Dia secara tekun, sabar dan teliti memasuki satu persatu ruang di hati kita. Memang enak dibongkar? tidak enak, ditelanjangi dosa dan kelemahan kita itu memalukan, namun itu membuat kita makin tahu apa yang Dia mau dan bagaimana kita harus serius menyikapinya.

Menghidupi Firman >< memiliki pengetahuan Firman.
2. OUTSIDE : Kita buatan Allah melakukan sesuai dengan pola/ patrun Kristus, melakukan sperti yang Yesus lakukan dan menghidupi Kristus dalam kita. Efesus 2:10. Setiap hari kita pasti bercermin, untuk memperhatikan apa ada yang aneh dari diri kita, mungkin sisiran rambut kurang rapi, atau mungkin kita kaget ketika ada jerawat yang muncul di pipi kita... dan kita berusaha mengatasi sedemikian rupa agar kita tampil baik di depan orang lain nantinya. so. gimana dengan kerohanian kita. Cermin rias kaca menampilkan tepat sesuai dengan obyek yang ada di depannya, lalu seandainya kita adalah cermin riasnya Tuhan dan Tuhan ingin bercermin di depan kita, gimana ya perkataan Tuhan? Mau tampil baik di hadapan Tuhan apa engga y? Kita ini pantulan kasihnya Tuhan, orang lain bisa diberkati karena sikap kita yang benar, mulia dan terhormat di hadapan Tuhan- Roma 2:6-7. Sengaja saya menampilkan gambar "The power of attitude". Jika kita ingin sukses jadi terang dan garam, maka attitude (sikap/respon) lebih banyak berdampak daripada sekedar knowledge (pengetahuan/ perkataan).

Pagi ini, tiba-tiba Hikmat berkata demikian: "Melakukan kehendak Tuhan adalah manis dan menyenangkan bagi mereka yang mengasihi DIA, namun menjadi begitu sukar, terjal dan menakutkan bagi mereka yang tidak mengerti isi hatiNya."..wow.. apa kita mengerti maksud pernyataan ini. Ada rekan rohani saya yang mengatakan bahwa kadang kita melayani Tuhan tanpa cinta, yaitu seperti pelacur (*maaf kata*). Kita bisa saja melayani di mimbar dan di mana pun, tapi tanpa gairah/ passion dengan Tuhan..hmmm.. hidup tanpa kehidupan sejati..kalau saya menambahi perkataan teman saya tersebut. Pagi ini, Tuhan menantang saya, seperti berkata-kata demikian yaitu kalau kamu mau melakukan kehendakKu, ya kasihi Aku terlebih dahulu dan kenallah isi hatiKu dulu. Izinkan Aku mengerjakan dan memperlengkapi kamu dengan kasih, kuasa dan kebenaranKu. Mengerti isi hatiKu, membuat kamu tidak tawar hati saat kamu melakukan kehendakKu, bahkan kamu mampu mengasihi orang lain dan hidup dalam damai sejahtra... so. teman-teman.. mari kita renungkan bersama dan lakukan yukk.. :D


Tuhan memberkati. Amin




Minggu, 30 Oktober 2011

Pentingnya berkomunitas dalam Gereja

Mengapa kita perlu adanya komunitas gereja ? Seberapa pentingkah komunitas rohani buat hidup kita? Sebelumnya, izinkan saya membagikan Firman Tuhan dalam Amsal 12: 26a " Orang benar mendapati tempat  penggembalaannya". Siapakah orang benar tersebut? anda dan sayalah yang dimaksud. Roma 3 : 23-24 menjelaskan bahwa semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Bapa, dan karena kasih karunia Allah, kita dibenarkan cuma-cuma dalam penebusan Kristus. Cuma-cuma yang dimaksud bukanlah murahan, tapi karena kita tidak mampu membayarnya, sehingga dalam anugrahNya Tuhanlah yang membayarnya. Jika saya memiliki sebuah permata yang begitu sangat mahal satu-satunya di dunia ini, saya tidak bakal berikan pada orang lain, namun tidak demikian dengan Bapa. Bapa telah tunjukkan teladan dengan memberikan AnakNya yang tunggal yang begitu sangat berharga bagiNya. Alkitab adalah salah satu bukti pencatatan yang berlaku sepanjang masa tentang tindakan kasih Bapa ini. Bukti yang lain adalah pengalaman lahir baru kita, yaitu kesaksian roh dalam iman dan hidup yang dibebaskan.

Rabu, 19 Oktober 2011

Arti penyerahan hidup

Penyerahan hidup adalah sikap hati dan pikiran yang mempercayai Tuhan, mungkin saja kita tidak tahu bagaimana Dia bekerja. Yang penting percaya. Sikap percaya perlu dilatih dan ditumbuhkan  di dalam pengenalan kita kepada Tuhan melalui perenungan dan ketaatan akan FirmanNya setiap hari.

Jangan berdoa agar Tuhan tidak memberikan atau melepaskan beban masalah kita, karena semakin kita bertumbuh dalam Tuhan, seharusnya otot-otot rohani dan iman kita pun harus dilatih untuk semakin kuat menanggung beban masalah yang bertambah. Seorang yang berlatih fitnes akan terus menambah beban bagi ototnya dan bukan malah menguranginya. Namun, Firman Tuhan mengatakan bahwa " I can do all things through Christ which strengtheneth me"- King James version ( Filipi 4:13). Kita bisa meminta kemudahan dari Tuhan untuk memberikan kekuatanNya supaya kita cakap melakukannya dan mendapat pengarahan/ tuntunan agar kita tepat dalam kehendakNya. Dengan meminta kemudahan dari Tuhan, kita meminta agar kita diluputkan dari pencobaan, siasat dan jebakan-jebakan iblis yang membuat kita tidak pernah bisa mencapai garis finish kemenangan dalam waktu dan kehendakNya.

Jumat, 19 Agustus 2011

Tiga point tentang pertumbuhan rohani

Sharing Firman dalam pemuridan 19 agustus 2011

Setiap anak Tuhan harus bertumbuh ke arah Kristus, membuahkan karakter Kristus, buah pelayanan dan buah jiwa-jiwa. Jangan mengejar pelayanan yang terlihat, karena Tuhan ternyata lebih sering menyukai pelayanan yang tidak terlihat. Jangan ingin menjadi orang lain, maupun ingin bersaing dengan pelayanan orang lain. Jangan ingin jadi lebih hebat dari orang lain. Tuhan tidak pernah menentukan tujuan hidup kita untuk bersaing atau berambisi dengan orang lain, namun untuk mengerjakan bagian kita masing-masing dalam Kristus, dalam 1 tubuh Kristus. Yang terpenting adalah bagaimana kita mendapat perkenanan Tuhan dan kepercayaan Tuhan dalam hidup kita. Sungguh tidak mungkin bagi kita untuk mempercayakan seluruh harta dan isi rumah kita kepada seseorang yang belum pernah kita kenal sebelumnya. Demikian pula dengan Tuhan. Biarlah kita semakin dikenal Tuhan dalam kedekatan di hadiratNya, sehingga kita mendapat perkenananNya.

Ada 3 hal yang Tuhan taruh buat kita semua tentang pertumbuhan rohani dalam perkenananNya :

Kamis, 18 Agustus 2011

Hidup baru yang dipenjara

Yohanes 11:44 Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.

Tidak sedikit dari kita mengalami seperti yang dialami Lazarus. Ia bangkit dari kematiannya, namun kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan, mukanya masih tertutup dengan kain peluh. Kita pun pernah dibangkitkan dari kematian, yaitu saat pertama kali kita dilahirkan kembali, lahir baru dalam Kristus. Sebagai seorang yang dilahirkan baru, Paulus mengajarkan bahwa manusia lama kita sudah hilang kuasanya, sehingga hidup kita yang lahir baru tidak lagi ada ikatan ataupun takluk pada manusia lama ( Roma 6: 3-6). Namun, terkadang hidup baru kita tidak sepenuhnya maksimal melayani dan mengikut Tuhan, karena ada kain-kain kapan yang mengikat tangan dan kaki kita, ada kain peluh yang menutupi wajah kita, sehingga wajah kita tidak memancarkan kemuliaan Tuhan.

Apakah kain kapan dan kain peluh yang memenjarakan hidup kita ?

Rabu, 20 Juli 2011

Hidup tanpa Tuhan

Sharing Firman untuk murid-murid SMA 18 juli 2011

2 Tawarikh 33:1-6 Manasye berumur dua belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan lima puluh lima tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem...  Ia melakukan banyak yang jahat di mata TUHAN, sehingga ia menimbulkan sakit hati-Nya.

Manasye adalah anak dari seorang raja yang takut akan Tuhan, yaitu raja Hizkia. Ternyata tidak jarang juga kita temukan dewasa ini, orang tuanya cinta Tuhan, keluarga baik-baik, namun tingkah laku anaknya sangat bertolak belakang dengan orang tuanya. Manasye adalah seorang anak yang tumbuh di saat seorang ayah sedang sibuk-sibuknya bekerja sehingga kurang meluangkan waktu bersama anaknya. Saat itu, Hizkia mengalami masa kejayaan pemerintahan sebagai raja. Ia sibuk mengurusi ekspansi kerajaan, memamerkan ke sana kemari, sempat menjadi angkuh dan lupa bahwa itu semua karna berkat Tuhan ( 2 Taw 32:25-30). Manasye memiliki arti nama, yaitu "Lupa"; Raja Hizkia lupa mengajarkan nilai-nilai ilahi kepada anaknya ini, sehingga Manasye bertumbuh sebagai raja yang melupakan Allah Israel.

Coba cek dalam kehidupan kita, apakah kita adalah anak yang kurang mendapat perhatian dan waktu bersama dengan orang tua kita. Sebenarnya tidak ada anak yang nakal atau jahat, yang ada adalah anak yang kurang mendapat pengajaran yang benar dan perhatian yang cukup dari orang tua, sehingga mereka meng"aktualisasi diri" melalui komunitas yang lain, seperti di sekolah. Saya cukup memperhatikan teman-teman SMA saya yang dulu. Ketika di sekolah, mereka dijuluki nakal, ramai, suka omong kotor; namun ketika di rumah, atau bersama orang tua, mereka berbeda 180 derajat, mereka menjadi lebih "alim" daripada tingkah lakunya di sekolah.Orang tua yang terlalu otoriter, mengekang, memanjakan atau bahkan tidak peduli dengan pertumbuhan kedewasaan anaknya, akan membuat si anak bertumbuh ke arah yang salah. Orang tua yang "lupa" akan menghasilkan anak yang "lupa" juga. Apakah kita sekarang juga sedang melupakan Tuhan? Beberapa ciri orang yang melupakan Tuhan antara lain ia tidak serius dalam kehidupan, asal-asalan sekolah dan kerja, sukar mendengarkan teguran dan ajaran Firman Tuhan.

Selasa, 12 Juli 2011

Tumpas habis roh Amalek dari hidup kita

Ulangan 25:17-19 "Ingatlah apa yang dilakukan orang Amalek kepadamu pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir; bahwa engkau didatangi mereka di jalan dan semua orang lemah pada barisan belakangmu dihantam mereka, sedang engkau lelah dan lesu. Mereka tidak takut akan Allah.Maka apabila TUHAN, Allahmu, sudah mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada segala musuhmu di sekeliling, di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dimiliki sebagai milik pusaka, maka haruslah engkau menghapuskan ingatan kepada Amalek dari kolong langit. Janganlah lupa!"

Dua Strategi Amalek :

Tiba-tiba menyerang bagian belakang 

Suku Amalek ("penghuni lembah") adalah suku yang suka berperang dan menyergap tiba-tiba ketika suatu barisan sedang berfokus pada "sesuatu". Strategi yang sering dipakai oleh Amalek adalah menyerang bagian belakang dalam barisan peperangan secara tiba-tiba. Dalam barisan peperangan, bagian terdepan cenderung menjadi bagian yang terkuat, namun bagian belakang sering ditempatkan sebagai bagian yang terlemah. Karena terfokus pada peperangan di depan medan area, kita kadang melupakan penjagaan di bagian belakang. Pada blog Peristiwa Ziklag yang terabaikan, Daud lengah untuk menjaga kota Ziklag selagi perhatian mereka teralih pada hal lain. Di Kota Ziklag, ada keluarga serta harta benda Daud dan para pengikutnya yang akhirnya berhasil ditawan oleh Amalek. Amalek berbicara tentang roh. Jangan sampai karena kita berfokus pada pelayanan maupun pekerjaan, namun keluarga kita atau hal-hal lain yang seharusnya kita jagai menjadi habis diserang oleh roh Amalek.

Cara mengatasi :

Kel 17:8-13 Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim. Musa berkata kepada Yosua: "Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku." Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam. 




Kamis, 30 Juni 2011

Ada apa dengan daerah Tirus-Sidon dan Betsaida

Markus 7:32-33 Di situ (antara Tirus dan Sidon) orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu.Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu.

Markus 8:22-23 Di situ(Betsaida) orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia. Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: "Sudahkah kaulihat sesuatu?"

Ketika membaca dua bagian tersebut, kita bisa bertanya-tanya tentang kisah ini bahwa kenapa Tuhan Yesus tidak mengadakan mujizat di dalam daerah tersebut, namun membawa orang buta dan orang tuli ke luar daerah untuk menyembuhkannya. Orang-orang di dalam daerah tersebut menginginkan agar Tuhan menyembuhkan dengan cara menjamah atau meletakkan tanganNya ke atas orang tersebut, namun kita cermati bahwa Tuhan membuat mujizat kesembuhan dengan cara yang tidak wajar. Bahkan di Markus 8:26, Tuhan melarang orang yang telah disembuhkan tersebut untuk kembali ke kampung.

Berikut poin-poin yang harus kita renungkan.

Jumat, 24 Juni 2011

Belajar dari Yefta yang terluka

Tidak sedikit di antara kita pasti mengalami kepedihan dan kepahitan hati karna terluka oleh orang-orang di sekeliling kita. Adalah sesuatu hal yang wajar kalau tangan terluka dan berdarah jika ada benda yang tajam menoreh tangan kita; namun menjadi tidak wajar bagi kita apabila membiarkan luka itu tetap ada dan tidak berusaha mengobatinya. Hati dan perasaan kita bisa begitu terluka dan begitu pahit ketika kita tidak bisa menerima perlakuan dan keadaan yang terjadi saat itu. Pelakuan dan keadaan tersebut tidak sesuai yang kita harapkan dan membuat kita "shock", namun kita tidak cukup mampu berbesar hati untuk menerima kenyataan tersebut. Misal : keadaan yang meleset dari perencanaan kita, doa yang begitu lama tidak dijawab oleh Tuhan atau sikap orang lain yang membuat kita kecewa. Ada juga mereka yang terluka hatinya oleh orang yang mempunyai otoritas di atas mereka,misal oleh orang tua, gembala atau pemimpin. Yefta pun mengalami demikian.

Hakim 11:1-3 Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa, tetapi ia anak seorang perempuan sundal; ayah Yefta ialah Gilead. Juga isteri Gilead melahirkan anak-anak lelaki baginya. Setelah besar anak-anak isterinya ini, maka mereka mengusir Yefta, katanya kepadanya: "Engkau tidak mendapat milik pusaka dalam keluarga kami, sebab engkau anak dari perempuan lain." Maka larilah Yefta dari saudara-saudaranya itu dan diam di tanah Tob; di sana berkumpullah kepadanya petualang-petualang yang pergi merampok bersama-sama dengan dia.

Jumat, 27 Mei 2011

3 Tipe rawan gugur dalam pertandingan iman

Dari pembawaan firman yang saya sharingkan di komsel Rekom Sion- 27 Mei 2011

Tahun-tahun ini adalah tahun percepatan bagi setiap kita anak Tuhan di akhir zaman untuk segera menyelesaikan pertandingan iman kita menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Kita harus mengerjakan keselamatan kita, bertanding sampai menang dan berlari sampai akhir menuntaskan kehendak Bapa di dunia ini. Namun ada beberapa tipe orang yang disebutkan sebagai orang yang rawan gagal mengerjakan keselamatannya dan tidak menyelesaikan kehendak Bapa.

Kamis, 05 Mei 2011

Ketika jiwa sedang bising/ crowded soul situation

Bahan sharing bimbingan untuk rekom sion 5 mei 2011

Orang yang tinggal di dekat jalur lalu lintas kota padat atau jalur kereta api, pastilah cenderung lebih mudah mengalami tingkat stress yang tinggi daripada mereka yang tinggal di pedesaan, karena polusi suara dan keramaian yang tinggi. Selain itu, orang kota biasanya cenderung memiliki ambisi/ keinginan yang lebih tinggi dan kompleks daripada orang desa. Kesibukan, keramaian, ambisi/ keinginan, tekanan dan tuntutan di sekitar kita membuat jiwa kita menjadi bising/ crowded soul situation. Kebisingan membuat jiwa dan stamina fisik kita terkuras. Jiwa kita pun rawan menjadi mudah emosi dan tersinggung. Namun bukannya kita menyegarkan diri kita dalam Tuhan, kita berusaha melakukan aktivitas lain berupa hiburan-hiburan melalui games, film atau jalan-jalan. Hiburan-hiburan tersebut hanya bersifat sementara, karena kita tidak mengetahui kehendak Tuhan untuk saat itu dan esok hari. Kita malah menjadi tidak aman dan damai sejahtra, karena kita tidak yakin dengan penyertaan Tuhan yang sempurna dan terbaik. Kita tidak mengerti kehendak Tuhan dengan sempurna sehingga kita tidak mendapatkan perkenanan Tuhan dalam hidup kita.

Ada 3 hal yang harus kita pelajari saat kita mengalami keadaan jiwa yang bising:

Kamis, 28 April 2011

Apakah Petrus tidak bisa berenang?

Apakah pekerjaan Simon Petrus? Dia adalah seorang nelayan dan itu bukan pekerjaan barunya. Bagi seorang nelayan, berenang adalah keharusan. Angin ribut dan ombak ganas di tengah laut, bukanlah suatu hal yang jarang ia dapatkan saat ia bekerja. Namun kenapa ia seakan-akan tidak bisa berenang ?

"Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam . . ." Matius 14: 30

Firman Tuhan mencatat bahwa sebelum mulai tenggelam, Petrus mengalami perasaan ketakutan karena angin. Sebenarnya, angin kencang bukan hal yang baru ia rasakan. Saudara, ketakutan/ kekuatiran atau macam perasaan yang berasal dari roh ketidakpercayaan/ bimbang membuat kita seakan-akan kehilangan potensi ilahi dari hidup kita. Potensi ilahi yang telah Tuhan taruh dalam hidup kita menjadi ciut. Kita yang seharusnya bisa menaklukkan badai kehidupan dengan otoritasNya, malah menjadi ciut tidak berdaya, karena kita membiarkan roh ketakutan begitu lama menghampiri kita. Ketakutan dan kekuatiran membuat kita tidak bisa berpikir dengan tenang dan tidak akan menghasilkan apa-apa, selain kehilangan damai sejahtra.

Rabu, 27 April 2011

Empat musuh dalam panggilan

..dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya; betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya. Efesus 1:17-19

1. Character

Ada orang-orang yang tersinggung jika disinggung masalah panggilannya. Mereka merasa bahwa apa yang sedang mereka jalani itu benar dan mereka tidak dapat menerima koreksi dari Tuhan sekalipun. Musuh dalam panggilan yang pertama adalah KARAKTER. Ada orang yang karakternya diubah secara ajaib karena perjumpaannya dengan Kristus, tetapi ada juga yang karakternya berubah karena tujuan tertentu, misalnya : “ saya harus berubah karakternya, karena sebentar lagi saya berkhotbah”, “ah, saya harus berubah karena sekarang saya pendeta” atau mereka akan berubah karena sudah memiliki pacar, atau sudah berkeluarga dan lain sebagainya.

Senjata : Humble. Untuk mengalahkan musuh pertama ini, kita harus memiliki kerendahan hati sebagai hamba, untuk ditegur, dikoreksi, diperbaiki dan dibentuk oleh Tuhan. Jangan seperti bangsa Israel yang tegar tengkuk, hingga Tuhan membutuhkan waktu 40 tahun untuk membuat mereka dapat mengenal Tuhan YHWH.

Jangan ditundukkan oleh cinta eros

Pada suatu kali, ketika Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal, lalu menghampiri dia.-Hakim 16:1

Sesudah itu Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari lembah Sorek yang namanya Delila.Hakim 16: 4

Cinta eros merupakan hasrat lawan jenis kepada pasangannya yang biasa berujung ke arah daya tarik fisik, pemuasan emosional dan seksual. Simson adalah salah seorang pahlawan yang dipakai Allah untuk membela dan memberikan keadilan buat perbudakan bangsanya dari bangsa Filistin. Dia juga seorang nazir Allah yang dipilih sebelum dari kandungan. Namun seperti Esau, Simson meremehkan urapan dan otoritas kuasa ilahi. Simson seorang yang penuh dengan kuasa supranatural dan ditakuti oleh musuh-musuhnya, namun hidupnya belum mengalahkan area-area dosa dan kelemahannya. Seperti Simson, kita adalah pahlawan Tuhan yang dipanggil dan dipakai Tuhan. Kita diberikan urapan dan kuasa ilahi atas musuh-musuh kita, namun kita bisa berulang kali jatuh pada area dosa dan kelemahan yang sama.  Apa area dosa dan kelemahan yang belum kita taklukkan?

Kali ini saya hanya membahas tentang area kejatuhan manusia yang sering terjadi pada anak-anak muda yaitu nyala api cinta eros. Ada 3 hal yang harus kita ketahui dari kisah kejatuhan Simson tersebut.

Rabu, 20 April 2011

Ketika seorang anak bersama dengan Bapa

Setiap anak laki dan perempuan perlu mendengar suara Bapa, sebab suara Bapa mengatakan kasih, peneguhan, kemesraan, restu, motivasi, koreksi, keberhasilan, izin untuk berhasil, berkat, identitas, keberanian dan rasa aman.

Seorang anak memperoleh jati dirinya melalui ayahnya. Pertanyaan 'Siapa saya?' terjawab di hati seorang anak melalui interaksi dengan ayahnya. Dikatakan bahwa 85% dari apa yang dipikirkan manusia tentang dirinya datang dari seorang ayah kandungnya.

Seorang ayah memberikan motivasi yang dibutuhkan seorang anak, dan memberi disiplin yang membuat seorang anak mampu mengatasi kurangnya motivasi. Ketika bapa rohani saya memberi motivasi dan wejangan buat saya, saya terus mengingatnya sampai sekarang.

Ayahlah yang memberi anak laki-laki dan anak perempuannya suatu 'izin untuk berhasil'. Izin ini terekam di alam bawah sadar seorang anak melalui apa yang dikatakan ayahnya, dan melalui sikap ayahnya kepadanya. Sebagian orang menghadapi kehidupan dengan percaya sendiri dan sebagian dengan susah payah. Ayahlah yang memiliki kuasa untuk berbicara dan melepaskan ke dalam diri seorang anak, perasaan diterima di alam bawah sadarnya, yang mengatakan kepadanya bahwa ia mendapat izin untuk berhasil dalam hidup ini.

Kasih dan dorongan seorang ayah adalah hal terpenting dalam kehidupan anak-anaknya. Dari seorang ayah muncul perasaan diterima dan diteguhkan yang begitu penting bagi kebahagiaan, kedamaian, kesejahteraan, kekuatan dan tujuan. Kasih dan penguatan yang meneguhkan dan menerima berbicara dalam setiap bagian dari kehidupan seorang anak. Jadi identitas, motivasi dan izin untuk berhasil yang dimiliki seorang anak, juga rasa amannya, semua diperkuat dengan sebuah restu. Bahkan di gereja, 80% urusan penggembalaan dilakukan dalam bentuk dorongan.

Jumat, 08 April 2011

Melewati sungai Kerit dan kota Sarfat dengan keheningan

Di dalam keheningan dan kesendirian, ia diuji untuk tetap hidup setia dan benar di hadapanNya. Sebelum Tuhan memakainya sebagai tokoh utama dan penting di gunung Karmel ( I Raja 18:20-46), ia harus terlebih dahulu menaati perintah Tuhan yaitu hanya untuk bersembunyi.  

Tuhan tidak pernah memakai seseorang dengan tiba-tiba, tanpa terlebih dahulu mempersiapkannya. Tuhan harus mempersiapkannya sampai tingkatan matang, sampai rohnya sesuai dengan ukuran jubah urapannya. Dialah yang bernama Elia, seorang nabi yang dipersiapkan sebelum ia tampil dengan gagah di gunung Karmel.