Rabu, 23 Februari 2011

Namaku Stephanos..eh Stephanus

Belum lama ini saya datang ke toko buku rohani Metanoia yang dekat dengan daerah kantor saya. Selain dengan tujuan membeli beberapa buku rohani yang saya inginkan, saya juga berniat membelikan buku renungan buat adik rohani saya. Setelah mencari dan membaca beberapa buku renungan yang ada yang semuanya bagus-bagus, saya tergerak atas satu buku renungan yang menjelaskan arti nama "Stephanos". Teman-teman, nama saya, Stephanus, namun memang sering dipanggil dengan nama Step, Steve atau Steven. "Bukankah Nama itu Ajaib?" - Hakim 13: 18. Saya percaya, dalam setiap pemberian nama dari orang tua kandung kita, maupun nama rohani/nama baptis dari orang tua/ kakak rohani kita, mengandung suatu dorongan dan harapan agar kita kelak menjadi seperti nama tersebut. Nama Stephanus bukan nama baptis saya, itu benar-benar tertulis dalam akte kelahiran saya :). Apa yang saya kutip berikutnya berasal dari buku renungan, tak lupa saya akan menyertakan nama buku tersebut sebagai referensi :)

"Stephanos"

diadema-crown
Kata crown atau mahkota di Alkitab diterjemahkan dari dua kata yang berbeda, yaitu diadema dan stephanos. Biasanya kata diadema dipakai untuk menunjuk mahkota seorang raja/ ratu, sedangkan stephanos mengacu kepada mahkota berupa rangkaian daun atau bunga yang dipakaikan kepada pahlawan/pemenang. Kata stephanos biasanya dipakai dalam pertandingan-pertandingan olahraga orang Yunani, di mana semua peserta yang berhasil bertanding akan dibariskan di hadapan hakim untuk menerima hadiah. Kalau hakim yang bertugas di olimpiade Yunani memberi para pemenang perlombaan atletik stephanos yang terbuat dari daun "laurel" segar dan akan segera layu sebagai bentuk penghargaan yang mengharumkan nama bangsa dari atlet tersebut, maka Tuhan Yesus akan memberikan stephanos yang abadi atau "incorruptible crown", yang tidak akan layu oleh waktu kepada semua orang yang percaya kepadaNya.

stephanos-crown
Kata stephanos juga dipakai ketika para prajurit Romawi memahkotai Yesus dengan mahkota duri, sedangkan Paulus memakai kata yang sama untuk mengajarkan mahkota yang disediakan Kristus bagi orang percaya yang menang dalam pertandingan hidup ( I Kor 9: 24-25). Setidaknya ada lima jenis mahkota yang disediakan Kristus bagi orang percaya yang akan dikaruniakanNya pada saat perjamuan kawin Anak Domba nanti, yaitu: mahkota kehidupan bagi yang mempertahankan imannya, mahkota kemuliaan bagi para gembala yang baik, mahkota sukacita bagi pemenang jiwa (penginjil), mahkota kebenaran bagi mereka yang setia menanti kedatangan Kristus yang kedua kali, dan mahkota yang abadi bagi para pemenang dalam pertandingan iman. Di Wahyu 4: 10, diceritakan bahwa ada 24 orang tua-tua yang memiliki mahkota dan melemparkannya ke hadapan tahta Sang Raja.

Bagaimana agar hidup kita yang singkat di bumi ini tidak sia-sia? Kita harus berlari mengejar mahkota itu dengan mengerjakan keselamatan dan menghasilkan buah dalam hidup ini. Kerjakan keselamatan itu dengan cara bekerja segiat-giatnya sebagai seorang murid Kristus, supaya kelak kita mengenakan paling tidak 1 dari 5 stephanos yang disediakanNya.

Tuhan Yesus sendiri yang akan menganugerahkan stephanos sesuai dengan buah yang kita hasilkan setelah menjadi muridNya, "Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan BapaNya diiringi malaikat-malaikatNya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatanNya " (Matius 16: 27). Tidakkah kita merindukan hari yang paling indah itu, di mana kita bertemu dengan Mempelai yang sangat kita rindukan dan di dalam pertemuan itu Dia memahkotai kita dengan kemuliaan yang sudah disediakanNya sejak semula?

Sumber:  Manna Sorgawi - Maret 2011

0 comments:

Posting Komentar