Jumat, 28 Mei 2010

Patahkan belenggu roh kemalasan dan roh pasif

Raja Yoas dan Raja Daud adalah contoh bagi manusia yang pernah mengalami ikatan dari belenggu roh kemalasan dan roh pasif. Tuhan tidak menginginkan kita bersikap pasif sebaliknya Dia memanggil kita berperang. Dia telah mengurapi kita dengan kuasa Roh KudusNya dan Yesus telah memberi kita otoritasNya atas segala kekuatan musuh ( Lukas 10:19). Otoritas dari Tuhan ini bukan hanya untuk berjaga-jaga atau bertahan. Roh Kudus ingin ketika kita mengikut Kristus, kita juga menyerang musuh. Bukan karna sikap pasif/ kemalasan itu seperti dosa pembunuhan; melainkan karena sikap itu menciptakan penjara psikologis bagi orang percaya sehingga menjadi tawanan dosa-dosa mereka yang lain.

Raja Daud - "Santai dulu ah, biarkan yang lain saja yang berperang!"

Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem. II Samuel 11:1

Ayat di atas adalah contoh bagi kita yaitu Daud seorang yang baik, pahlawan Allah yang hebat yang membiarkan roh kemalasan berkuasa atas dirinya. Pada suatu ketika di saat biasanya raja-raja maju berperang, Daud memutuskan untuk "beristirahat" lebih lama, "tidur" lebih lama sampai petang, Daud tidak mengejar musuhnya dan akibatnya sangat buruk. Hal itu terjadi karena ia membiarkan roh kemalasan mengalahkan kehendaknya.

Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya... Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia.  II Samuel 11:2-4

Sejak Daud terkontaminasi roh kemalasan tersebut, daya tahannya menjadi lemah; hati nuraninya menjadi lumpuh. Beristirahat sampai petang pada waktu peperangan adalah akibat kemalasan yang telah mencekeram jiwanya.

Kelesuan yang menguasai jiwa Daud ini sebenarnya bagian dari serangan rohani yang lebih besar dan terorganisir. Bagian lain dari peperangan rohani itu adalah bisikan lembut yang mendorong Batsyeba untuk mandi di tempat yang dapat terlihat oleh Daud pada waktu yang bersamaan.

Sadarlah, roh kemalasan membawa Daud kepada dosanya.  Saat ini, kita berada dalam masa peperangan akhir zaman. Iblis telah menyerukan suara tantangan untuk memerangi kita, gereja, jiwa-jiwa, bangsa dan negeri kita. Saat anda tidak lagi berdoa, membaca Firman Tuhan, berjaga-jaga, memberikan yang terbaik buat Tuhan, keluarga, pekerjaan, pelayanan atau apa pun, maka saat itu anda lagi digoda oleh roh kemalasan.  Ketahuilah bahwa saat membiarkan roh kemalasan, Anda akan segera menghadapi godaan di bagian yang menjadi kelemahan anda. Mungkin godaannya bukan Batsyeba, melainkan pornografi internet. Atau mungkin rekan kerja yang mulai menunjukkan ketertarikan kepada Anda pada waktu Anda dan pasangan Anda sedang tidak akur. Serangannya mungkin tidak dari garis depan. Jika Anda kehilangan kewaspadaan dan perlawanan Anda mengendor, ia akan melucuti Anda dengan roh kemalasan. Jika serangannya berhasil, Anda akan mendapati diri Anda terjebak dalam sesuatu yang dapat menghancurkan Anda dan orang-orang yang Anda kasihi.

Anda pasti sudah tahu bagaimana kelanjutan dari apa yang dilakukan Daud. Namun, ingatlah bahwa dosa adalah dosa. Sifat kemalasan bukanlah menjadi alasan bagi kita untuk tidak mengakui dan bertobat atas dosa-dosa yang telah kita lakukan akibat kemalasan; karena itu kekejian di mata Tuhan, seperti Adam dan Hawa yang tidak mau mengakui dosa mereka dan menyalahkan pihak lain. Malas maupun berzinah atau dosa apapun sama-sama harus dibereskan di hadapan Tuhan.

Raja Yoas - "Aku mengira-ngira saja seperti itu tanpa perlu lagi bertanya lebih lanjut!  " "Untuk apa bertindak profetis !"


Cerita tentang pemerintahan Raja Yoas diawali dengan sebuah kalimat "Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Ia tidak menjauh dari segala dosa yang disuruh Yerobeam bin Nebat dilakukan orang Israel, tetapi terus hidup dalam dosa itu. " (II Raja-raja 13:11 ) Ia adalah seorang yang tidak hidup dalam pengenalan akan Tuhan sungguh-sungguh, tidak mengerti hati Allah dan tidak mau belajar untuk diarahkan; Dia mengetahui cerita tentang seorang nabi yang bernama Elisa yang mendapatkan urapan 2x lipat dari nabi lainnya. Maka dari itu, ketika Elisa sudah hampir meninggal, dan negara sedang diserang oleh tentara Aram yang terlalu kuat, dia memutuskan ke tempat Elisa dan ingin mendapatkan urapannya. Perkataan Raja Yoas "Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!" adalah perkataan Elisa saat Elia diangkat naik ke surga. Raja Yoas sedang mengatakan sesuatu yang mengena di hati Elisa, yang mengingatkan Elisa tentang urapannya yang seharusnya diturunkan kepada orang lain. Anda sudah tahu bahwa hamba Elisa bernama Gehazi yang sudah gagal menjadi pengganti Elisa.

II Raja-raja 13:14-19 Ketika Elisa menderita sakit yang menyebabkan kematiannya, datanglah Yoas, raja Israel, kepadanya dan menangis oleh karena dia, katanya: "Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!" Berkatalah Elisa kepadanya: "Ambillah busur dan anak-anak panah!" Lalu diambillah busur dan anak-anak panah. Berkatalah ia kepada raja Israel: "Tariklah busurmu!" Lalu ia menarik busurnya, tetapi Elisa menaruh tangannya di atas tangan raja, serta berkata: "Bukalah jendela yang di sebelah timur!" Dan ketika dibukanya, berkatalah Elisa: "Panahlah!" Lalu dipanahnya. Kemudian berkatalah Elisa: "Itulah anak panah kemenangan dari pada TUHAN, anak panah kemenangan terhadap Aram. Engkau akan mengalahkan Aram di Afek sampai habis lenyap."

Sesudah itu berkatalah ia: "Ambillah anak-anak panah itu!" Lalu diambilnya. Setelah diambilnya, berkatalah Elisa kepada raja Israel: "Pukulkanlah itu ke tanah!" Lalu dipukulkannya tiga kali, kemudian ia berhenti. Tetapi gusarlah abdi Allah itu kepadanya serta berkata: "Seharusnya engkau memukul lima atau enam kali! Dengan berbuat demikian engkau akan memukul Aram sampai habis lenyap. Tetapi sekarang, hanya tiga kali saja engkau akan memukul Aram."


Kesalahan fatal Raja Yoas dalam cerita di atas adalah dia tidak bertanya lebih dahulu secara detil, dia tergesa-gesa, nekad dengan sembarangan. Dia tidak menghargai tindakan profetis yang diperintahkan Elisa. Dia bertindak ala sekadarnya, pasif. Tuhan tidak menyukai anak-anakNya yang tidak menghargai FirmanNya, tidak melakukan dengan sepenuh hati, tidak bertanya dulu kepada Tuhan. Itu roh pasif di mataNya. Melakukan Firman Tuhan dengan ketepatan, kepekaan dan kebenaran itulah yang Tuhan suka. Roh kepasifan dalam diri kita itu yang membuat kita tidak berakar kuat bahkan berbuah di akhir zaman ini.




Sebelum kedatangan Tuhan yang kedua kali, jubah-jubah warisan dan pengurapan akan dibagikan kepada kita, anak-anakNya; namun kita harus membuang roh kemalasan lagi roh pasif dalam diri kita. Hiduplah senantiasa dalam pengenalan akan Tuhan, mengerti isi hatiNya. Kita akan melihat orang-orang yang berjalan dengan kuasa dan kekuatan Elia yang luar biasa. Kita akan melihat generasi ini akan bergerak dengan kuasa dan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Amin !

1 komentar:

  1. artikelnya bagus ko ..:) kmalasan yg sring ku alami adlh menunda2 pkrjaan, akbtny pkrjaan dikrjkn tburu2 n seadanya(ga max n bhkn lp bertanya pd Tuhan). Jadi, kemalasan dpt mengkbtkn kpasifan pula. Jd hrs rjin nh! ho4.GBU.dtgg u artikel slnjtnya ;p

    BalasHapus