Rabu, 25 Juni 2014

Bentuklah Hatiku

Lyric:
Bentuklah Hatiku Tuhan
Perbarui Rohku ini
Buat Hatiku lembut
Mendengar suaraMu ya Tuhan

Ajar Aku Taat Tuhan
Hidup dalam PanggilanMU yang kudus
Membri yang terbaik
dari hidupku di mezbahMU

ref:
Kau kusembah
Kau kutinggikan
Dari hatiku kumuliakan Yesus Rajaku

Tiada yang lain Tuhan
di dalam hidupku ini
Selain tuk hidup menyenangkanMu Yesusku
by: Maximillian Steve / Musik dan lirik lagu ini saya gubah di bulan Des 2012.

Jumat, 07 Maret 2014

Problem keakuan

Anak-anak Tuhan, saya dan kita semua tanpa disadari terjebak dalam penjara-penjara keakuan, yaitu bidang-bidang kehidupan, ruang-ruang hati yang belum diserahkan atau belum dibereskan ke tangan Tuhan, sehingga menjadi masalah besar bagi kita dan sekeliling kita, bahkan itu menjadi celah buat iblis campur tangan dan memperbudak kita.

Senin, 03 Maret 2014

Kartu undangan iblis

Apakah mungkin kita bisa tetap memberi makan manusia rohani sekaligus juga tetap memberi asupan buat manusia lama kita? Apakah mungkin kita bisa tetap mencintai Tuhan tanpa membenci apa yang tidak disukaiNya? Seringkali kita perlu meminta Tuhan menunjukkan keadaan hati kita yang sesungguhnya, karena kita buta dan mudah diperdaya oleh hati yang belum dimurnikan.

Iblis bukanlah problem kita yang terbesar. Memang dia pencuri, pembunuh dan pembinasa, namun iblis intervensi dalam kehidupan manusia hanya ketika  ada yang mengundang dia masuk melalui kesempatan, kelemahan atau pintu celah yang terbuka. Bidang-bidang kehidupan yang berpusat pada diri sendiri, yang belum diserahkan ke Tuhan, belum diterangi adalah problem kita yang terbesar.. dan itu adalah kartu undangan bagi iblis..

Apa yang membuatku datang kepadaNya

Ketika kudatang pada Tuhan di pagi hari, Dia bertanya apa yang membuatku datang kepadaNya. Sejenak aku terdiam dan berpikir.

Apakah karena cinta, namun cintaku kepadaNya tidak setulus cintaNya,  tidak senyata cintaNya. Aku beranggapan aku sedang mencintaiNya, namun  tanpa kusadari ternyata aku mencintai pelayanan, panggilanNya, mencintai pekerjaanku bagiNya dan bukan diriNya. Aku juga bisa terpenjara dengan banyak cinta yang lain ( keluarga, hobi, marketplace, dll).

Apakah karena setia, namun aku meragukannya juga. Petrus yang belum dewasa saat itu berkata bahwa dia akan tetap setia sampai mati, namun Tuhan tahu yang sebenarnya. Jika bukan karena kasih setiaNya sampai detik ini, aku pun sudah terhilang dan tersesat. SetiaNya lebih terbukti daripada di mulutku.

Apakah karena suatu kebutuhan, karena aku membutuhkanNya. Namun aku sadar itu tidak benar juga. Aku malah bagaikan lintah yang melekat sementara untuk menghisap darah inangku, lalu melepaskan diri dari inang itu ketika aku merasa tidak membutuhkannya lagi, yaitu ketika aku merasa kenyang. Mungkin ketika berkat-berkat kuterima, aku jadi tidak membutuhkanNya lagi. Sungguh egois.

Aku cuma terdiam dan merasa begitu berat untuk menjawabnya. . Namun Tuhan sepertinya tahu apa yang kupikirkan sehingga Dia langsung menjawab .. "Karena identitas"..
(bersambung)

Jumat, 13 September 2013

Karakter parasit menyerang di dalam rumah Tuhan

Dalam suratnya ayat 1 sampai 25, Yudas menasihatkan setiap kita yang hidup di akhir zaman ini, bahwa ada di antara kita yang hidup dalam kefasikan, menyalahgunakan kasih karunia Allah demi kepuasan hawa nafsu dan kepentingan diri mereka. Ada dari kita yang hidup seperti di zaman Sodom Gomora, melakukan dosa percabulan, mengejar kepuasan untuk dicintai, mendapatkan perhatian kasih sayang yang salah dan demi kepuasan hawa nafsu yang tidak wajar seperti cinta sesama jenis(homo/lesbi) (ayat 7). Ada juga yang seperti di zaman Henokh, ketika kejatuhan para malaikat yang kawin dengan perempuan manusia, mengajarkan hal-hal yang dilarang Tuhan, melakukan kekejian di mata Tuhan yang fatal dan melahirkan para raksasa yang memakan manusia (ayat 6). Namun kali ini, saya memfokuskan pada 3 karakter roh parasit di akhir zaman yang mungkin tidak kita sadari melekat di diri kita anak-anak Tuhan, memecah belah dan merapuhkan pondasi dan bangunan yang benar.

Yudas 11 "Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah"

Karakter KAIN
Kejadian 4.:3-5
"Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan;  Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram."

Diceritakan Kain menjadi sangat panas hati, karena Tuhan tidak mengindahkan apa yang telah dia persembahkan. Sebenarnya tidak menjadi perkara fatal, apakah Tuhan mengindahkan atau tidak, karna Kain bisa belajar dari adiknya mengapa Tuhan bisa mengindahkan persembahan adiknya. Itu yang namanya proses direndahkan oleh Tuhan supaya mau belajar. Namun tidak demikian dengan respon hati Kain seketika itu.

Karakter Kain adalah tipe orang yang sukar dikoreksi, sukar merendahkan hatinya/ berbesar hati untuk mengakui dan berubah. Dia tidak  mau belajar dari orang lain sekalipun itu harus adiknya sendiri/ yang tidak layak menjadi rivalnya. Karakter orang yang merasa dirinya layak diperhitungkan seperti ini,  akan membuat dirinya sedih, kecewa, marah dan akhirnya iri merasa tersaingi pada prestasi orang lain. Ketika dirinya dinilai orang lain buruk, dia bisa begitu galau muram larut dalam kepahitan,atau bahkan bisa marah dan benci stengah hidup kepada orang yang menilainya. Ketika Tuhan menegur dan bertanya di mana Habel, Kain bersifat defense dengan jawaban "nyengak"/nada meninggi yang membuat orang shok dengan nadanya.

Ciri:
  • pakai topeng. Ke mana-mana, dia akan memakai topeng untuk menutupi kebusukan, kebencian dan kemarahan hatinya, supaya orang lain tidak bisa menyentuh area sensitifnya itu.
  • tiba-tiba bersifat defense "aku tidak seperti itu"/ menjawab "nyengak" atau berespon marah ketika ditegur, diarahkan orang lain(misal gembala, pembimbing, atau sahabat rohani) maupun ketika mendapat teguran Firman Tuhan.
I Yoh 3:12 "bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar."

Apa yang berbau busuk tidak bisa disimpan atau disembunyikan terlalu lama. Serapi apapun, kebusukan hati yang berbau itu akan terus menyebar dan menyengat dan pasti tampak dari buah perbuatan dan perkataan. Jalan Kain penuh dengan pelarian dan pengembaraan di bumi di dalam kutukan.  Tanah yang ia usahakan tidak sepenuhnya memberikan hasil. Orang yang belum beres dari kebusukan hatinya yang jahat akan hidup dalam kutuk perjalanan Kain.


SOLUSI: bertobat, berjaga-jaga dan mau rendah hati ketika ditegur atau diarahkan atas hal-hal dalam diri kita yang tidak benar. Walaupun bisa saja penilaian orang lain salah, tapi menerima dengan lapang dada dan kerendahan hati itu yang benar, kita pun bisa belajar dari dapur "keberhasilan" orang tersebut. Belajar respon menjawab dengan nada yang santai dan tidak tegang. Percayalah bahwa orang benar yang menilai tidak bermaksud menyerang dan menjatuhkan kita; namun ingin supaya kita lebih baik lagi.

Kesesatan bileam.

Bil 22:8-20
Lalu berfirmanlah Allah kepada Bileam: "Janganlah engkau pergi bersama-sama dengan mereka, janganlah engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka telah diberkati." Bangunlah Bileam pada waktu pagi, lalu berkata kepada pemuka-pemuka Balak: "Pulanglah ke negerimu, sebab TUHAN tidak mengizinkan aku pergi bersama-sama dengan kamu." ...Tetapi Bileam menjawab kepada pegawai-pegawai Balak: "Sekalipun Balak memberikan kepadaku emas dan perak seistana penuh, aku tidak akan sanggup berbuat sesuatu, yang kecil atau yang besar, yang melanggar titah TUHAN, Allahku. Oleh sebab itu, baiklah kamu pun tinggal di sini pada malam ini, supaya aku tahu, apakah pula yang akan difirmankan TUHAN kepadaku." 

Jika kita membaca beberapa ayat tersebut, kita dapat melihat keanehan dari jawaban Beliam. Jelas-jelas Tuhan melarang orang-orang Moab datang lagi ke rumahnya, namun kunjungan orang-orang Moab yang kedua dengan membawa pemuka-pemuka yang lebih terhormat serta hadiah yang lebih banyak, Bileam berusaha bertanya pada Tuhan sekali lagi. Bileam berusaha mengompromikan hukum Tuhan. Seharusnya jika orang Moab datang lagi yang kedua, seharusnya Bileam usir mreka dengan tegas dan tidak menjadikan mereka tamu menginap.

Karakter Bileam bertipe orang yang mau lakukan apa saja demi dapat sebuah upah, kehormatan atau demi mencapai kemauannya; sekalipun dia harus mengompromikan Firman Tuhan juga.

Hati-hati dengan anak-anak muda yang sering menjadi target incaran kepuasan para homo dan lesbian akhir-akhir ini. Dengan iming-iming dapat uang jajan, atau demi mendapat perhatian sayang (yang salah) yang tidak mreka dapatkan dari kluarganya. Jangan heran jika anak-anak muda itu juga anak-anak Tuhan yang masih belum berakar kuat dalam Tuhan. Anak-anak Tuhan yang rapuh lebih mudah mengompromikan Firman Tuhan bahkan sekalipun mereka harus menjual diri mereka, iman mereka, demi uang, cinta, kebanggan atau perhatian yang tidak benar.

II Pet 2:15-16 Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat. Tetapi Bileam beroleh peringatan keras untuk kejahatannya, sebab keledai beban yang bisu berbicara dengan suara manusia dan mencegah kebebalan nabi itu.

Ciri:
  • memperhitungkan untung ruginya dalam pelayanan dan ibadah minggu. Merasa ibadah itu tidak penting. Melayani dan beribadah dengan motivasi salah, misal ingin pendekatan dengan cewek/ cowok yang ditaksir, maka ikut satu pelayanan dengan dia.
  • Hidupnya didominasi pada suasana hati, keadaan atau suasana yang dialami saat itu, dan bukan pada iman dan kesetiaan mengikutNya. Contoh: malas ke gereja ketika merasa Tuhan tidak menjawab doanya, atau ketika keluarganya tertimpa masalah.
  • cenderung bebal, karena berusaha mengompromikan apa yang sudah tahu jelas apa kesalahannya, namun tidak bersedia menaatinya, karena beberapa pertimbangan yang salah.
SOLUSI: Belajar taat Firman Tuhan, tidak kompromi. Tegas terhadap apa yang salah dan kesempatan berbuat dosa. Jangan tukarkan hak kesulungan anak Tuhan dengan semangkok kacang merah. Jangan berikan perhiasanmu kepada babi/anjing.

Hati-hati dengan ikatan dosa yang belum dibereskan, artinya kita tidak benar-benar bertobat dan belum mengakui jujur di hadapan orang yang menudungi hidup kita. Ikatan itu seperti celah bagi iblis untuk hancurkan kita dan sebagai bom waktu. Mungkin kita merasa sudah tidak melakukannya lagi dan melupakannya, namun suatu ketika hal itu bisa terulang lagi ketika tipu daya iblis dijalankan, dan bisa saja saat itu kita sudah menjadi seorang pemimpin yang memiliki banyak anak, dan kejatuhan kita bisa memahitkan anak-anak rohani kita, seperti yang terjadi akhir-akhir ini yaitu kejatuhan hamba-hamba Tuhan yang terkenal nama dan pelayanannya.

Kedurhakaan korah 

Bilangan 16:1-3
Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan.

Dilihat dari bagaimana dia bisa mempengaruhi para pemimpin dan orang kenamaan, dapat dibayangkan Korah selain seorang imam Lewi di kemah suci, dia adalah sosok figur pemimpin yang berkarisma. Mungkin Korah mendapat dukungan dari orang-orang yang tidak menyukai gaya kepemimpinan Musa. Korah sendiri juga bermasalah dengan Musa. Satu dengan yang lain saling membentuk kelompok yang ingin menendang kepemimpinan Musa, padahal jelas yang mengangkat Musa dan Harun sebagai pemimpin bangsa Israel adalah Tuhan sendiri.

Karakter Korah yang durhaka ini adalah roh parasit yang tidak menyetujui otoritas yang Tuhan berikan atas seseorang, antara lain otoritas yang memimpin dirinya atau yang ada di atas dirinya. Selama di bumi ini, selalu Tuhan berikan orang-orang yang memiliki otoritas atas kita, misal ayah ibu dalam keluarga kandung, pemerintah, bos atau manajer di dalam kantor, bahkan keluarga rohani di dalam rumah Tuhan. Semua otoritas tersebut dengan sengaja Tuhan tetapkan dalam hidup kita sebagai wakil pemerintahan Allah selama di bumi ini. Mereka adalah orang-orang yang tetap harus dihormati, sebagaimana kita mengakui otoritas yang Tuhan berikan atas hidup orang-orang tersebut. Belajarlah seperti Daud yang tidak berani membunuh Saul sekalipun ada kesempatan, karena Tuhanlah yang memilih Saul dan hanya Tuhanlah yang berkuasa menghentikan Saul (I Samuel 24: 5-7).

Roma 13:1-4 Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya... Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu...






Hati-hati dengan hukum tabur tuai. Jika kita tidak menghormati orang yang dituakan atau orang tua kita, maka kita juga bakal tidak dihormati orang-orang lain.

Ciri:
  • Memakai cara berselubung rohani untuk melawan otoritas rohani, mengatasnamakan Tuhan.
  • atau memakai emosi (marah-marah, minggat, berkata kasar) untuk melawan otoritas dalam keluarga.
SOLUSI: tidak ada cara lain selain hormat dan penundukan diri kepada otoritas tersebut. Jika itu orang tua kandung, kita harus hormati mereka, namun tidak boleh melakukan apabila disuruh melakukan apa yang tidak benar. Jika itu orang tua rohani kita, selayaknya selain hormati, penundukan diri juga taat  ketika mereka berbicara dalam kebenaran dan mengarahkan kita.

Kain dan Bileam adalah orang yang sudah kenal suaraNya dan dengar-jawab suara Tuhan langsung; sedangkan Korah adalah imam keturunan Lewi yang biasanya sehari-hari melayani rumah Tuhan, dalam kekudusan dan kesetiaan. Mereka adalah anak-anak Tuhan di dalam rumah Tuhan, namun mereka terpikat dalam hawa nafsu dan kepentingan diri sendiri, menuju kebinasaan kekal. Tiga karakter tersebut menjadi roh-roh parasit yang menyelusup dalam diri anak-anak Tuhan saat ini, supaya Tuhan tidak berkenan atas anak-anak Tuhan dan gerejaNya. 

WASPADALAH ! itu bisa menjadi noda dalam perjamuan kasih gereja Tuhan, siapa tahu diri kitalah yang menjadi pemecah belah, orang yang dikuasai keinginan dunia dan yang hidup tanpa Roh Kudus.

Jumat, 17 Mei 2013

KasihNya tidak bertambah atau berkurang

Ayub 35:6-8 Jikalau engkau berbuat dosa, apa yang akan kaulakukan terhadap Dia? Kalau pelanggaranmu banyak, apa yang kaubuat terhadap Dia? Jikalau engkau benar, apakah yang kauberikan kepada Dia? Atau apakah yang diterima-Nya dari tanganmu? Hanya orang seperti engkau yang dirugikan oleh kefasikanmu dan hanya anak manusia yang diuntungkan oleh kebenaranmu.
Sering kita alami dan beranggapan, kita merasa hidup kita disertai Tuhan dan optimis menjalani hidup sepanjang hari itu, yaitu saat kita merasa dekat dengan Tuhan, sudah bersaat teduh, melayani atau dengan kata lain kita sudah berbuat banyak bagi Tuhan, sehingga kita merasa bebas dari tuduhan-tuduhan moral pikiran dan hati kita yang mengingatkan sebagaimana layaknya kita sebagai orang kristen. Bahkan ekstrimnya, kita merasa jadi manusia saleh yang layak diperhitungkan oleh Tuhan. Sebaliknya saat sudah merasa jauh dari Tuhan, gagal mengikut Tuhan, mungkin kita berkali-kali jatuh di area dosa yang sama, terpuruk dalam persoalan yang berkepanjangan, sudah lama kurang berdoa baca firman, atau mungkin merasa sudah lama kita kurang berbuat banyak bagi Tuhan, yang mengakibatkan moral dan hati kita menuduh kita bahwa kita kurang sungguh-sungguh menjalani hidup kekristenan kita, sehingga sepanjang hari itu bahkan berlarut-larut di hari ke depannya, kedapatan kita semakin tersiksa dengan tuduhan itu dan bisa kita malah mengeraskan hati kita sendiri. Kemudian kemungkinan besar nantinya di suatu titik puncak tertentu kita, kita bisa berkata “hidupku koq sama saja dari hari satu ke hari lain. Percuma ke gereja. Percuma ke retreat. Bukannya tambah baik, malah seakan tambah susah. Tuhan sudah tidak sayang aku lagi”. Lalu kita semakin jauh dari komunitas rohani dan merasa-merasa dikucilkan sendiri. Dua keadaan ini sering dialami oleh anak-anak Tuhan. Namun satu hal yang harus dibenahi adalah Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu-Yeremia 31:3” … I have always loved you, so I continue to show you my constant love. (Today’s English Version). Tuhan tidak lebih mengasihi kita saat kita berbuat banyak hal yang baik/ benar bagiNya. Tuhan juga tidak mengurangi kasihNya saat kita jatuh dalam kegagalan atau berbuat dosa. Jangan beranggapan bahwa Tuhan itu bermuka dua. Jadi teman saat kita berbuat benar, dan jadi musuh kita saat kita berbuat dosa. Namun sebenarnya baik saat kita benar atau salah, Tuhan tetap di tahtaNya. Dia seperti bapa yang menantikan anak bungsunya pulang ke rumahnya (Lukas 15:20).
Kasih Tuhan itu konstan, tetap, tidak berubah dan kekal.

Jika kita dekat dengan Tuhan, maka kerohanian kita yang berbuah, karakter kita semakin diperkuat ke arah Kristus (namun hati-hati jangan kita tinggi hati dan meremehkan hal-hal yang tetap penting di mataNya. Karena semakin banyak pengetahuan dan kesalehan namun tanpa kerendahan hati dan kesetiaan, membuat anak-anak Tuhan tersandung). Sebaliknya, Jika kita menjauh dari Tuhan, maka kita membuka celah bagi iblis untuk mempengaruhi dan mengikat hidup kita. Iblis sering mempengaruhi dan mencemari hidup kita terlebih dulu di area jiwa (emosi, pikiran, perasaan dan kehendak), walaupun ia tidak bisa memiliki nyawa anak Tuhan (karena semua perbuatan iblis atas anak-anak Tuhan yang ditebusNya, harus seizin Tuhan). Ia juga bisa menajiskan anggota-anggota tubuh kita, benda-benda atau ruang-ruangan yang ada untuk membuat Tuhan tidak berkenan atasnya. Hidup yang dekat dengan Tuhan dan jauh dari Tuhan akan berdampak besar dalam hubungan sesama kita. Orang-orang sekeliling kita yang merasakan perubahan hidup karakter kita. Mereka dirugikan atau diuntungkan oleh perubahan karakter kita, namun tidak bagi Tuhan. Dia tetap konstan mengasihi kita. Dia tetap mendidik kita sebagai anak-anak kesayanganNya. Keberadaan hati nurani yang sering menuduh kita adalah “alarm” rohani yang digunakan Tuhan untuk mengingatkan merosotnya kerohanian kita. Namun hati nurani kita bisa salah berfungsi jika hati itu tidak terus dibersihkan dengan FirmanNya setiap hari dan setiap saat. Hati nurani bisa dicemarkan, sehingga menjadi licik dan jahat.

Ibrani 10:22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. 

Yeremia 17:9 Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?

 Kebenaran Firman Tuhan ini tentang perlakuan Tuhan atas kita biarlah menjadi Metanoia bagi kita semua. Mari kita semakin dibersihkan dan diperkuat ke arah Kristus. Amin. Berilah makan manusia rohani kita, yaitu sisi yang Tuhan tidak izinkan iblis pengaruhi. Jangan biarkan manusia rohani kita lemah sehingga mudah dipengaruhi oleh jiwa kita. Biarkan dia manunggal dan sepakat dengan keinginan Roh Kudus. Belajar menundukkan keinginan daging kita setiap saat, akan terus melemahkan manusia daging kita. Namun jika kita menjauh dari Tuhan, manusia daging bisa bangkit dan mempengaruhi hidup kita kembali.

WaktuNya tidak lama lagi. Maranatha.

Selasa, 07 Mei 2013

Courageous



"Turn the hearts of fathers to their children, and the hearts of children to their fathers".

Courageous adalah film terbaru garapan Sherwood Baptist Church. Film rohani ini menuai kesuksesan seperti film-film pendahulunya, Flywheel, Facing the Giants dan Fireproof. Dikisahkan beberapa ayah yang memiliki pekerjaan sebagai polisi yang ingin membuat perubahan radikal dalam hidup mereka. Ketika masalah mengancam keluarga mereka, mereka harus berjuang untuk menemukan sesuatu yang ilahi. Menurut saya, film ini menyuguhkan cerita yang hampir sering dialami dalam keseharian kita, seperti ketidakharmonisan seorang ayah dan anak, pergumulan mencari kerja, ujian iman, perasaan kekecewaan kepada Tuhan dan ketidakadilan hidup.


Me Again

Siapa bilang bahwa film rohani harus serba serius dan membosankan, film ME AGAIN adalah contoh film rohani garapan tahun 2012 yang penuh dengan komedi namun tetap berbobot makna rohaninya.

Dikisahkan Rich Chaplin, seorang pastor sekaligus suami dan ayah dari ketiga anaknya yang merasa belum siap dengan apa yang ia hadapi. Dipenuhi dengan rasa kegagalan menjadi seorang ayah dan suami yang sebentar lagi di ambang penceraian, serta tidak adanya pertumbuhan jemaat yang ia gembalakan bertahun-tahun, membuatnya menginginkan menjadi seorang yang lain, asal tidak menjadi dirinya sendiri. Di sinilah letak kelucuan dimulai, karna Tuhan mengizinkan dia memasuki raga dan peran beberapa orang satu persatu, bahkan juga ia diizinkan dalam peran seorang wanita model, seekor ikan bahkan menjadi seorang bayi. Dari sanalah, beberapa hal ia mau tidak mau harus belajar menyesuaikan diri dengan peran yang tiba-tiba diterimanya.  Aneh? ya ini adalah film fiksi, bukan dari kisah hidup nyata seseorang. Mungkin sang sutradara ingin menyuguhkan suatu film rohani yang berbeda dari sebelumnya, film yang segar komedi namun tidak sesat.

Senin, 06 Mei 2013

Jesus Emanuel

Video ini adalah klip lagu yang dinyanyikan oleh David Phelps. Video ini saya download dan saya putar berkali-kali di komputer saya, karena sungguh dalam maknanya. Video ini menceritakan bagaimana peran aktif Tuhan Yesus dalam segala aspek hidup kita, bagaimana Dia turut membantu apa yang kita kerjakan, membimbing hidup kita, mengarahkan kita, menggerakkan hati kita untuk memberkati orang lain bahkan sampai bagaimana Dia turut berduka atas kesedihan kita dan turut bersukacita atas kegembiraan kita pula.

Semoga video ini dapat memperbarui iman dan pengharapan kita semua, bahwa jelas Dia Allah yang hidup, Immanuel yang tidak pernah meninggalkan kita. Recommended bagi kita yang merasa Tuhan meninggalkan kita, di masa -masa lembah kekelaman atau di dalam pergumulan.

Video ini bagus untuk diputar di gereja atau komunitas rohani Anda sebagai acuan/ ilustrasi sharing Firman.  Tuhan Yesus memberkati. AMIN

Minggu, 05 Mei 2013

Kesombongan dan Pembenaran Diri Ayub

Seringkali jika kita membicarakan tentang Ayub, maka yang terlintas pertama kali dalam pikiran kita adalah penderitaannya, kesalehan dan kesetiaannya dalam ujian yang dialaminya. Ayub sering dijadikan contoh teladan sebagai seorang yang tetap bertahan, setia dan sabar di dalam masa ujian besar dan tragis tersebut; namun beberapa hari ini saya kembali belajar dan mendapatkan beberapa hal yang baru dan berbeda dari kisah seorang Ayub ini.

Yang harus kita sadari bahwa Ayub benar-benar manusia biasa seperti kita. Apa yang dipikirkan dan diperkatakan sungguh wajar ketika seorang mengalami masalah dan duka yang begitu besar dan dalam rentang waktu yang sangat lama, namun batas yang Tuhan izinkan dari semua itu adalah “… tidak melebihi kekuatan manusia itu… tidak akan membiarkan kamu melampaui kekuatanmu. .. Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya”. ( I Korintus 10:13) . Ayub dikisahkan oleh Tuhan sebagai pembelajaran model bagi kita manusia bahwa pentingnya respon manusia yang perlu diubah dan sifat pikiran Tuhan yang luar biasa melalui masalah-masalah manusia yang dialami di dunia ini.

“Masalah” membuat kita menyadari bahwa kita bukanlah pengendali apa yang terjadi di sekeliling kita. Dengan “masalah”, Tuhan ingin mengeluarkan sampah-sampah di dalam pikiran perasaan kita. Bahkan dengan “masalah”, Tuhan ingin membongkar tipu daya iblis yang selama ini rapi tersembunyi di dalam diri manusia yang sekalipun dikatakan saleh, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan sperti Ayub ini. Mungkin jika Ayub tidak diizinkan Tuhan mengalami hal ini, Ayub pun tidak menyadari kebusukan hatinya yang terdalam dan merasa “fine-fine” saja. Tentu tidak akan pernah dicatat :  “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu." (Ayub 42: 5-6).  Perkataan itulah yang menyudahi ujian yang dialaminya, sehingga Tuhan berkata “Cukup. HambaKu Ayub telah menyadarinya. Tipu daya iblis telah dibongkar dari hidupnya. Skarang waktunya Aku memulihkannya”.

Selasa, 05 Maret 2013

Sharing di bulan Maret 2013

1. Pertama kali yangg harus dilakukan ketika ada tugas pelayanan, adalah doa, cari isi hati Tuhan. Ini bukan bicara melatih skill bicara di depan umum, tapi apa hati Tuhan ketika engkau melayani terutama dalam PAW atau Firman. Yang harus dibenahi ketika kita datang dalam suatu persekutuan/ komsel, adalah kau datang utk memberi dan bukan menerima. Jika konsep kita ingin menerima apa yang kau inginkan, maka kalau suatu ketika komsel/persekutuan tidak memuaskan engkau, pasti engkau kecewa dan malas untuk datang lagi.
2. Kekeluargaan itu penting dalam persekutuan/komsel. Simpati, empati, saling mendoakan itu perlu dikembangkan. Kita jangan jadi zombie-zombie rohani.
3. Miliki mental pejuang. Jangan beranggapan bahwa jika kita sudah lakukan sesuatu buat Tuhan (entah terpaksa atau dengan ketulusan) berarti kita layak dapat upah. Jangan jadi orang upahan. Ingat peristiwa Sadrakh, Mesakh, Abednego yang "sekalipun Tuhan tidak tolong kita, kita tetap tidak akan menyembah patung yang Tuanku dirikan". Kadang walaupun kita sudah lakukan yang benar/ baik (sudah pelayanan, doa dll) namun bukan berarti tidak ada masalah yang menghadang atau langsung jadi jalan tol.
4. Miliki pengenalan Tuhan yang benar dan tepat. Kalau kita dangkal dalam pengenalan akan Tuhan, maka kita juga dangkal untuk menghadapi masalah bahkan bisa berlebihan meresponinya. Ingat Tuhan bukan sinterklas,bukan jin Alladin, bukan dinsos. Tuhan tidak sembarangan menjawab doa. Engkau harus hidup benar dan bisa dipercaya Tuhan atas berkat-berkat-Nya maka Tuhan ya dan amin atas hidupmu. Jangan mengatasnamakan Tuhan atas usaha nekadmu dan pembenaran dirimu. tanggung sendiri akibatnya. Jangan salahkan Tuhan. Jangan egois.
5. Jangan sampai nilai kebenaran Kristus dikompromikan/ terkikis dengan perkembangan dunia ini. Misal dalam pencarian pasangan rohani lewat jodoh online. Walaupun dengan embel-embel sama-sama anak-anak Tuhan tapi tetap aja caranya tidak bersumber kepada Kristus dan sama skali tidak membuat orang tersebut mencari kehendak Tuhan yang tepat. Jangan cari pasangan asal KTP kristen atau embel-embel anak Tuhan. Anak Tuhan yang pelayanan saja bisa tetap tidak bener di mata Tuhan koq.

Kamis, 09 Agustus 2012

Dewasa roh namun tetap jadi anak untuk beberapa hal

Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu! I Korintus 14:20

Jadilah anak-anak(asal kata: bayi, kanak-kanak) dalam kejahatan. Jadilah murni, original, asli, berasal dari gambar rupa Bapa kita. Seorang anak yang sejati hanya mau trima yang sejati dari Bapa. "Bayi" tidak pernah timbul kecurigaan dan keinginan jahat dari hati/pikirannya, dia hanya menginginkan keintiman dan pengayoman dari ElShaddai..

Kamis, 29 Desember 2011

Di atas Mezbah Tuhan

Tak terasa sudah kembali lagi ke penghujung akhir tahun 2011. Kita sudah merayakan Natal mungkin seperti di tahun-tahun sebelumnya di gereja ataupun bersama keluarga. Namun, sejenak kita merenungkan bagaimana pertumbuhan iman dan pengenalan kita akan Tuhan selama setahun ini. Apakah masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya atau ada peningkatan namun sedikit? belum ada peningkatan yang cukup banyak? Memberikan perhatian  yang lebih serius untuk pertumbuhan rohani kita adalah maunya Tuhan.

Bulan Desember adalah awal bulan bagi saya untuk mencari kehendak Tuhan yang lebih lagi. Banyak hal yang telah saya alami di tahun ini , sukacita, duka tangis dan tidak jarang mengalami shock terapi :). Kadang sering lebih mudah bagi saya untuk mempercayai apa yang telah jelas di depan mata, daripada mempercayai Firman Tuhan yang belum tahu jelas kapan terjadinya. Lebih mudah menuruti keinginan emosi daripada mempercayai FirmanNya. Lebih mudah berjalan dengan hikmat dan kemampuan sendiri daripada mengandalkan Tuhan. Lebih ingin mendapatkan pengakuan manusia daripada hidup benar di mata Tuhan. hmm. ciri-ciri seorang Musa yang lama masih ada dalam diri saya....

Rabu, 30 November 2011

Berjalan bersamaNya dalam ketepatan


Hari -hari ini, hati saya begitu berkobar-kobar untuk hidup dalam panggilan Tuhan secara tepat. Firman Tuhan secara jelas pagi ini menegur saya, ".. kamu tahu nak, bagaimana seberapa seriusnya kamu harus hidup berkenan kepadaKu!", yang ternyata ada di dalam I Tesalonika 4: 1.Yup, merenung sejenak, memang kelihatannya saya sudah serius, namun kalau dipikir-pikir lagi tidak juga ya, ya agak-agaklah. Serius, bisa diartikan dengan whole-hearted, try even harder, bound more and more. Ternyata masih banyak yang harus saya lakukan untuk menyatakan bahwa saya mau benar-benar serius hidup dalam kebenaran.. dan kasih. Kebenaran dan  Kasih harus berdampingan dan itu area jatuh bangun saya untuk belajar hidup di dalamnya.

Izinkan saya hari ini mensharingkan hal yang penting yang saya dapatkan dalam perenungan saya. Daripada saya mencatat di kertas saya dan menyimpannya untuk diri saya sendiri, lebih baik saya mensharingkan untuk jadi berkat buat kita semua. dan tentu saja supaya tidak saya saja yang kena tegur dari Tuhan he3...

Jelas kita hidup di bumi untuk melakukan kehendak Tuhan, tidak diragukan lagi. Anda dan saya dilahirkan untuk berjalan bersamaNya, mengenal rencanaNya dan melakukannya.. serta tentu saja menyelesaikan/ menggenapi bahkan harus ada regenerasi yang menangkap visi Tuhan. Anda dan saya diciptakan untuk berjalan bersama dan melayaniNya. Namun, bagaimana kita meresponi seiring kita berjalan bersamaNya dan tentu saja melakukan kehendak Tuhan secara tepat. Ada dua hal yang saya dapatkan :

1. INSIDE : Mengizinkan Tuhan memperlengkapi dan mengerjakan segala sesuatu yang ilahi di dalam kita, yaitu yang baik dan berkenan seperti apa yang Dia mau. Ibrani 13:20-21 . Kapan terakhir kalinya kita merelakan dan membiarkan Tuhan membongkar bobroknya hati kita? kapan terakhir kalinya kita mau dihancurkan, dibentuk dan diperlengkapi untuk maksudNya? Dia mau bekerja demi kasihNya pada kita. Dia secara tekun, sabar dan teliti memasuki satu persatu ruang di hati kita. Memang enak dibongkar? tidak enak, ditelanjangi dosa dan kelemahan kita itu memalukan, namun itu membuat kita makin tahu apa yang Dia mau dan bagaimana kita harus serius menyikapinya.

Menghidupi Firman >< memiliki pengetahuan Firman.
2. OUTSIDE : Kita buatan Allah melakukan sesuai dengan pola/ patrun Kristus, melakukan sperti yang Yesus lakukan dan menghidupi Kristus dalam kita. Efesus 2:10. Setiap hari kita pasti bercermin, untuk memperhatikan apa ada yang aneh dari diri kita, mungkin sisiran rambut kurang rapi, atau mungkin kita kaget ketika ada jerawat yang muncul di pipi kita... dan kita berusaha mengatasi sedemikian rupa agar kita tampil baik di depan orang lain nantinya. so. gimana dengan kerohanian kita. Cermin rias kaca menampilkan tepat sesuai dengan obyek yang ada di depannya, lalu seandainya kita adalah cermin riasnya Tuhan dan Tuhan ingin bercermin di depan kita, gimana ya perkataan Tuhan? Mau tampil baik di hadapan Tuhan apa engga y? Kita ini pantulan kasihnya Tuhan, orang lain bisa diberkati karena sikap kita yang benar, mulia dan terhormat di hadapan Tuhan- Roma 2:6-7. Sengaja saya menampilkan gambar "The power of attitude". Jika kita ingin sukses jadi terang dan garam, maka attitude (sikap/respon) lebih banyak berdampak daripada sekedar knowledge (pengetahuan/ perkataan).

Pagi ini, tiba-tiba Hikmat berkata demikian: "Melakukan kehendak Tuhan adalah manis dan menyenangkan bagi mereka yang mengasihi DIA, namun menjadi begitu sukar, terjal dan menakutkan bagi mereka yang tidak mengerti isi hatiNya."..wow.. apa kita mengerti maksud pernyataan ini. Ada rekan rohani saya yang mengatakan bahwa kadang kita melayani Tuhan tanpa cinta, yaitu seperti pelacur (*maaf kata*). Kita bisa saja melayani di mimbar dan di mana pun, tapi tanpa gairah/ passion dengan Tuhan..hmmm.. hidup tanpa kehidupan sejati..kalau saya menambahi perkataan teman saya tersebut. Pagi ini, Tuhan menantang saya, seperti berkata-kata demikian yaitu kalau kamu mau melakukan kehendakKu, ya kasihi Aku terlebih dahulu dan kenallah isi hatiKu dulu. Izinkan Aku mengerjakan dan memperlengkapi kamu dengan kasih, kuasa dan kebenaranKu. Mengerti isi hatiKu, membuat kamu tidak tawar hati saat kamu melakukan kehendakKu, bahkan kamu mampu mengasihi orang lain dan hidup dalam damai sejahtra... so. teman-teman.. mari kita renungkan bersama dan lakukan yukk.. :D


Tuhan memberkati. Amin




Rabu, 02 November 2011

Come and fill my heart - Avalon


Free, I long to be free
I long for the day I believe
That all you say you see in me is true
That's hard for me to do
It's hard for me to die to myself
And trust my life to someone else

So come, empty me out
I'm no good without
You inside of me

Come and fill my heart with hope
Come and fill my life with love
Come and fill my soul with strength to carry on
Because from here the climb is steep, the road is long
Come and fill my days with dreams
Empty me of all the empty things that I hold on to
Come and fill my heart with you

Minggu, 30 Oktober 2011

Pentingnya berkomunitas dalam Gereja

Mengapa kita perlu adanya komunitas gereja ? Seberapa pentingkah komunitas rohani buat hidup kita? Sebelumnya, izinkan saya membagikan Firman Tuhan dalam Amsal 12: 26a " Orang benar mendapati tempat  penggembalaannya". Siapakah orang benar tersebut? anda dan sayalah yang dimaksud. Roma 3 : 23-24 menjelaskan bahwa semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Bapa, dan karena kasih karunia Allah, kita dibenarkan cuma-cuma dalam penebusan Kristus. Cuma-cuma yang dimaksud bukanlah murahan, tapi karena kita tidak mampu membayarnya, sehingga dalam anugrahNya Tuhanlah yang membayarnya. Jika saya memiliki sebuah permata yang begitu sangat mahal satu-satunya di dunia ini, saya tidak bakal berikan pada orang lain, namun tidak demikian dengan Bapa. Bapa telah tunjukkan teladan dengan memberikan AnakNya yang tunggal yang begitu sangat berharga bagiNya. Alkitab adalah salah satu bukti pencatatan yang berlaku sepanjang masa tentang tindakan kasih Bapa ini. Bukti yang lain adalah pengalaman lahir baru kita, yaitu kesaksian roh dalam iman dan hidup yang dibebaskan.

Rabu, 19 Oktober 2011

Arti penyerahan hidup

Penyerahan hidup adalah sikap hati dan pikiran yang mempercayai Tuhan, mungkin saja kita tidak tahu bagaimana Dia bekerja. Yang penting percaya. Sikap percaya perlu dilatih dan ditumbuhkan  di dalam pengenalan kita kepada Tuhan melalui perenungan dan ketaatan akan FirmanNya setiap hari.

Jangan berdoa agar Tuhan tidak memberikan atau melepaskan beban masalah kita, karena semakin kita bertumbuh dalam Tuhan, seharusnya otot-otot rohani dan iman kita pun harus dilatih untuk semakin kuat menanggung beban masalah yang bertambah. Seorang yang berlatih fitnes akan terus menambah beban bagi ototnya dan bukan malah menguranginya. Namun, Firman Tuhan mengatakan bahwa " I can do all things through Christ which strengtheneth me"- King James version ( Filipi 4:13). Kita bisa meminta kemudahan dari Tuhan untuk memberikan kekuatanNya supaya kita cakap melakukannya dan mendapat pengarahan/ tuntunan agar kita tepat dalam kehendakNya. Dengan meminta kemudahan dari Tuhan, kita meminta agar kita diluputkan dari pencobaan, siasat dan jebakan-jebakan iblis yang membuat kita tidak pernah bisa mencapai garis finish kemenangan dalam waktu dan kehendakNya.

Jumat, 14 Oktober 2011

The Encounter

Saya belum pernah menonton film kristiani seperti ini yang benar-benar menampilkan secara langsung bagaimana pribadi Tuhan Yesus, bahkan film ini menyatakan bahwa Yesus sebagai Allah yang penuh kasih dan Allah yang Maha tahu. Film ini bagi beberapa orang sepertinya membosankan karena sekedar dialog drama saja. Saya sendiri berpikiran bahwa film ini hanya mengeluarkan sedikit budget saja dalam pembuatan. Sedikit lokasi dan para aktor yang main di film tersebut, namun Jaci Velasquez, artis rohani pun ikut sebagai pemain yang penting dalam film ini.

Film ini berbobot dan patut ditonton, karena ada nilai-nilai penginjilan dan jawaban yang diberikan atas beberapa pertanyaan yang sering kita dengar, seperti jika Tuhan mengasihiku, mengapa Dia membiarkan aku mengalami kejadian A dan B. Film ini dimulai dengan 3 orang asing dan sepasang suami istri yang hampir bercerai yang dipertemukan di sebuah restoran pinggir jalan yang sepi. Mereka bertemu secara tidak sengaja karena adanya perbaikan jalan dan cuaca hujan yang buruk. Dalam restoran tersebut, mereka dilayani oleh seorang yang bernama Jesus yang tahu semua rahasia bahkan masa lalu mereka dan memiliki jawaban untuk semua masalah mereka jika saja mereka mau percaya padanya. I

Ini adalah film rohani yang mengajarkan penjumpaan yang ajaib dengan Tuhan Yesus yang membawa setiap kita menjadi orang yang diubahkan. Film ini mengandung nilai iman yang penuh inspiratif dan membawa perenungan seperti bagaimana kondisi kehidupan kita yang sebenarnya, bagaimana respon kita ketika menghadapi masalah besar dan apakah kita mau melepaskan rancangan kita untuk digantikan dengan rancanganNya yang terbaik .

Kamis, 13 Oktober 2011

The Secrets of Jonathan Sperry

 "Eveything in the Bible is there to make our lives better. " - Jonathan Sperry.

Sebuah film rohani yang dirilis tahun 2008 ini sangat memberkati saya. Sebuah film kristiani yang banyak melibatkan anak-anak remaja ini sungguh berbobot, yaitu bagaimana kita anak Tuhan dapat menjadi saksi Kristus dan membawa perubahan di antara teman-teman kita. Dikisahkan tentang tiga sahabat yang semula mempersoalkan kehidupan remaja mereka seperti menyukai seorang cewek dan berusaha menghindar dari teman yang suka mengerjai mereka. Namun dari sanalah, mereka bertemu dengan seorang kakek bijaksana yang mengajarkan Firman Tuhan dengan cara yang berbeda, sehingga ketiga sahabat itu menjadi rajin membaca Firman Tuhan dan belajar mempraktikkan kasih pengampunan pada yang lainnya.

Saya sendiri kagum bagaimana cara sang kakek yang bernama Jonathan Sperry tersebut dapat masuk dalam kehidupan anak-anak remaja dan membawa impact dalam cara pandang mereka tentang hidup kekristenan. Alhasil, anak-anak remaja itu dituntun menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan mereka pun membawa teman-teman mereka lain kepada Kristus. Mr. Sperry, demikian sebutannya, adalah seorang kakek yang memang dihormati oleh penduduk setempat, karena iman, ramah tamah dan suka melayani,  sebenarnya memiliki kesedihan, yaitu istrinya yang dicintainya yang telah lama meninggal adalah korban tabrakan. Namun di sini, Mr Sperry mengampuni orang yang telah menabrak istrinya bahkan memberi kasih kepadanya.

Jumat, 19 Agustus 2011

Tiga point tentang pertumbuhan rohani

Sharing Firman dalam pemuridan 19 agustus 2011

Setiap anak Tuhan harus bertumbuh ke arah Kristus, membuahkan karakter Kristus, buah pelayanan dan buah jiwa-jiwa. Jangan mengejar pelayanan yang terlihat, karena Tuhan ternyata lebih sering menyukai pelayanan yang tidak terlihat. Jangan ingin menjadi orang lain, maupun ingin bersaing dengan pelayanan orang lain. Jangan ingin jadi lebih hebat dari orang lain. Tuhan tidak pernah menentukan tujuan hidup kita untuk bersaing atau berambisi dengan orang lain, namun untuk mengerjakan bagian kita masing-masing dalam Kristus, dalam 1 tubuh Kristus. Yang terpenting adalah bagaimana kita mendapat perkenanan Tuhan dan kepercayaan Tuhan dalam hidup kita. Sungguh tidak mungkin bagi kita untuk mempercayakan seluruh harta dan isi rumah kita kepada seseorang yang belum pernah kita kenal sebelumnya. Demikian pula dengan Tuhan. Biarlah kita semakin dikenal Tuhan dalam kedekatan di hadiratNya, sehingga kita mendapat perkenananNya.

Ada 3 hal yang Tuhan taruh buat kita semua tentang pertumbuhan rohani dalam perkenananNya :