Sabtu, 14 Agustus 2010

Buah pohon ara yang dinantikan

Lukas 13:6-9. Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"

Kebun anggur berbicara tentang bangsa Israel (Yesaya 5:7), namun mereka menghasilkan buah yang asam (Yesaya 5:1), sehingga mereka yang semula dipilihNya ditolak oleh Tuhan sampai masa tertentu. Sedangkan pohon ara yang berada di kebun anggur berbicara tentang kita bangsa-bangsa asing yang beroleh kasih karunia di mataNya.



Seperti halnya menantikan buah anggur dari kebun anggur pilihanNya, Tuhan juga menantikan buah dari kita sebagai pohon araNya. Perhatikan Tuhan itu menetapkan waktu dalam bagian hidup kita (Pengkhotbah 3:1). Pohon Ara memiliki 3 bagian masa dalam 1 tahun untuk berbuah, artinya 3x berbuah dalam setahun, yang dimulai dari akhir musim dingin, awal musim semi (masa buah ara yang rasanya masam), musim gugur (masa panen utama=masa buah ara yang benar-benar nikmat rasanya). Keunikan pohon ara adalah ia akan berbuah terlebih dahulu sebelum muncul tunas daun hijau yang baru.

Anda bisa bayangkan bagaimana sedihnya hati Yesus saat Dia yang lapar dari perjalanan jauh, kemudian mengharapkan buah dari pohon ara yang kelihatan dari jauh begitu banyak hijau daunnya ( yaitu awal musim semi), tetapi tidak ada buah sama sekali (Markus 11:12-13)- Anda tahu maksud kebaikan Tuhan Yesus? "..bukan musim buah ara" arti sebenarnya adalah bukan musim panen utama. Dia mendatangi pohon ara bukan pada masa panen utama, Dia hanya berharap makan buah itu apa adanya, tanpa mengharapkan buah itu nikmat rasanya, tetapi malah tidak ada apa-apa di sana. Tuhan Yesus mendatangi kita apa adanya, tanpa menuntut bagaimana maksimalnya buah kekristenan kita. Mungkin saat itu buah kita masih masam, tapi Tuhan melihat kesungguhan kita untuk mau diproses.

Lukas 13 mencatat perumpamaan bahwa pemiliknya sudah tiga tahun menantikan buahnya pohon itu, tapi tidak ada buah di sana. Bagaimana dengan kita, sudah berapa lama usia kekristenan kita ? Adakah hasil/ buah dari pertobatan kita? Adakah buah dari hidup kekristenan kita ? (Matius 3:8). Tuhan sudah menaruh kita di tengah tanah kebun anggurNya, kita menyerap "mineral tanah" yang sama dengan pohon-pohon anggur, mendapat perlakuan dan perhatian yang sama dengan pohon-pohon anggur lainnya, namun apakah kita telah menghasilkan buah bagiNya? Sekali lagi ada batas waktu yang Tuhan tetapkan untuk hidup kita. Bahkan parahnya, keadaan kita sekarang malah hidup dalam dosa, jauh dari Tuhan, hati yang keras, kepahitan dan kekecewaan. Saat Tuhan mencangkul  tanah di sekeliling kita, mengambil batu- batu di tanah sekitar kita, menggunting daun-daun, memangkas dahan-dahan kita melalui masalah kehidupan, kita malah geram dan kecewa kepada Tuhan, kita malah mengeraskan hati kita.

Di akhir zaman ini, Tuhan memberikan percepatan pengujian dan permunian karakter manusia kita, masanya hanya satu tahun, jauh lebih cepat dari masa yang semula (yaitu masa 3 tahun dalam perumpamaan Lukas 13). Dia kembali akan mencangkul lebih dalam tanah hati sekeliling kita, Dia akan lebih seksama memungut kembali batu-batu bahkan kerikil-kerikil yang menghalangi pertumbuhan rohani kita.

Lalu bagaimana jika masa yang "satu tahun" itu telah berakhir?

    ". . . mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"

Lukas 3: 9 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api."

Matius  21: 43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu. 


Setiap orang memiliki lama masa "1 tahun" yang berbeda-beda menurut kasih karuniaNya. Jika masa itu telah berakhir, dan tidak didapatinya orang itu berkenan di hadapan Tuhan, maka jubah panggilan dan urapan akan Tuhan ambil dan berikan kepada orang lain yang lebih layak dari orang tersebut. Seperti halnya Daud diurapi menjadi raja menggantikan Saul.

Selain itu, orang yang sudah mengalami kemenangan dalam proses percepatan Tuhan, ia tiba-tiba akan "dibawa" dan "diangkat" oleh Tuhan, walaupun mungkin dia adalah jemaat baru di suatu gereja. Sedangkan mereka yang lain ditinggalkan dalam hidup rohani yang biasa-biasa saja, bahkan menurun.

Lukas 17:34-36 Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan." (Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.)


Bagaimana dengan pilihan kita, masuk dalam bilangan yang "dibawa" atau yang "ditinggalkan"? Jika kita menginginkan masuk dalam bilangan yang "dibawa" oleh Tuhan, maka kita rela masuk dalam proses pengujian percepatan dan rela diproses oleh Tuhan.

0 comments:

Posting Komentar