Rabu, 11 Agustus 2010

Membongkar Yesus Imajinasi

Source : CMC Church- http://www.facebook.com/note.php?note_id=342120985765

Siapakah Yesus yang sedang anda sembah? Anda berdoa tiap pagi dan berkata “ Tuhan Yesus berkatilah pekerjaanku dan keluargaku” lalu ketika kita mendapat rejeki besar, kita berkata “ Puji Tuhan, Tuhan telah menjawab doaku!”. Benarkah berkat yang anda terima itu datangnya dari Tuhan?

Suatu penyingkapan kebenaran yang akan membuat anda terkejut, merenung, ketakutan atau berbahagia, karena anda tidak jadi berjalan menuju NERAKA..

Saya menyedihkan keadaan gereja Tuhan di akhir jaman ini, banyak sekali gereja pecah bukan karena misi dari Bapa tetapi karena keegoan dan kepahitan. Tuhan berkata kepada saya banyak kebangunan palsu, buatan manusia. Saya kaget, apa yang dimaksud dengan kebangunan rohani buatan manusia?

Apakah jika berkumpul di suatu tempat yang penuh sesak oleh manusia, itukah kebangunan?

Apakah jika ada yang menerima Yesus sebagai Tuhan, itu yang namanya kebangunan?

Kebangunan seperti apakah yang Tuhan rindukan buat bangsa ini? Banyak sekali roh penyesat, anak-anak Tuhan begitu nge-fans dengan hamba Tuhan sampai mencium kakinyapun rela. Kemuliaan dari Bapa direbut oleh manusia. “Begitu hebatnya hamba Tuhan ini” saya percaya kalau dia hamba Tuhan, dia tidak akan mau merebut kemuliaan Tuhan. Orang-orang rela membawakan tasnya, karena merasakan akan dapat berkat atau pahala.

Yesus Pikiran

Perhatikan apa yang akan saya ungkapkan berikut: Ketika Yesus memilih murid-murid-Nya, para murid ada dalam kondisi sakit, penuh kekecewaan dengan pemerintahan pada masa itu, ketika Yesus datang, mereka berpikir bahwa Yesus adalah yang dijanjikan itu, yang akan melakukan seperti yang mereka inginkan, ada raja yang memerintah mereka, meningkatkan harkat mereka, dan membebaskan mereka dari penindasan. Ketika Yesus datang, mereka melihat figur Yesus dan mengikut Yesus dengan sukacita dan gagah berani seperti Petrus, yang luar biasa berani dan dikenal sebagai pemimpin para rasul.

Tapi coba perhatikan baik-baik, apakah Petrus memiliki api yang benar? Yesus berkata kepada Petrus “Enyahlah iblis, engkau batu sandungan bagiku!” saat Petrus berkata “Jangan sampai engkau disalib, Tuhan!”. Pada saat murid-murid-Nya mau pamer kekuatan, murid-murid-Nya pergi ke kota Samaria mendahului Yesus, ketika penduduk Samaria tidak menyambut mereka, maka dua murid Yesus, Yohanes dan Yakobus berkata “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”. (Lukas 9:54). Saudara mengerti yang dimaksudkan di sini? Banyak sekali kebangunan rohani buatan manusia, ketika iblis memecah belah gereja, yang tinggal adalah orang-orang yang sakit hati dan ketika ada seseorang yang dianggap tepat untuk membalaskan sakit hati mereka, untuk bisa membalas “dendam” mereka, mereka akan angkat hamba Tuhan itu sesuai dengan keinginan mereka. Demikian juga dengan hamba Tuhan yang belum pulih benar hidupnya, belum betul-betul mengenal Yesus yang benar lalu menjadi hamba Tuhan, akibatnya dia mulai mengenalkan Yesus yang lain, yang bukan dari Nazaret, dari Firman Tuhan. Inilah yang sedang terjadi. Belum terjadi kebangunan di Indonesia.

Tuhan menjerit dari Sorga, Aku rindu ada anak-anak yang Kupakai, yang meneriakkan kebangunan rohani sejati yang belum pernah terjadi di muka bumi ini. Kita menganggap saat kita sembah Tuhan, bangku-bangku penuh sesak, kita menganggap itu kebangunan rohani, full musik, itu bukan kebangunan rohani!

Saudara, kita selalu mendengar teman-teman kita berkata “Aku mendengar suara Tuhan Yesus, aku harus ke tempat ini….aku harus sekolah di sana…,dll” tetapi sebenarnya bukan Yesus yang mereka dengar. Sebelum para Rasul dipenuhi Roh Kudus, mereka mengenal Yesus sebagai figur yang berbeda, yaitu Yesus yang mereka impikan sendiri.

Hari-hari ini banyak orang mengaku mengenal Yesus, membawa api dari Yesus, tetapi bukan Yesus yang dari Nazaret, tetapi api yang diperoleh dari Yesus impian mereka, Yesus rekayasa pikiran yang ada di otak mereka, yang mereka anggap bisa memuaskan hasrat mereka. Oleh karena itu banyak orang yang tidak pernah belajar Firman Tuhan, mereka mengaku mendengar suara Roh Kudus, mendapatkan penglihatan, bisa berbicara dengan Bapa. Itu bukan Yesus yang datang dari Nazaret, itu Yesus rekaan pikiran manusia!

Jangan heran, Yesus pernah berkata “Tidak semua orang yang mengaku Yesus, Yesus, akan masuk dalam kerajaan Sorga” Dahulu saya berpikir pada ayat Matius 7:21-23 itu yang dimaksudkan adalah para nabi-nabi palsu, tetapi akhirnya saya mengerti, itu adalah orang-orang yang mengira sedang melayani Tuhan, menyembah Tuhan, mengadakan mujizat bagi Tuhan, tetapi sebenarnya mereka menyembah Yesus yang palsu, rekaan pikiran sendiri!

Yesus pikiran tidak dapat dapat menyelamatkan anda! Saat saya masih kecil, saya punya teman imajinasi misalnya namanya Jo. Saya berkata “ Jo, saya dimarahi mama. Kamu bela aku ya…” lalu Jo berkata “ Iya, aku akan bela kamu, aku kan temanmu…” mungkin itu pernah kita lakukan waktu kita masih kecil, tetapi tanpa sadar, kita juga melakukan hal yang sama dalam mengenal Yesus. Kebangunan rohani yang sejati tidak akan muncul tanpa penyembuhan luka-luka di masa lampau.

Membuka borok

Seringkali anak-anak Tuhan tidak mau membuka borok-borok mereka, yaitu penyesalan yang amat sangat akan dosa. Kebangunan rohani dimulai dari yang pertama; pembukaan borok-borok, luka-luka kita, yang kedua; penyesalan yang sungguh-sungguh akan dosa. Saya pernah bertemu seseorang dan berdoa, dia mengatakan bahwa dia sangat berdosa, dan layak mati. Banyak orang hari-hari ini menyesal akan dosa karena takut masuk dalam neraka. Mungkin karena ada hamba Tuhan yang punya karunia nabi menegurnya dan berkata “Engkau sudah tidur dengan wanita lain!” karena itu dia mengaku berdosa, lalu berkata “Tetapi itu bukan sepenuhnya salahku!” ini bukanlah pertobatan! Pertobatan karena “kepepet”, karena “masa aku masuk neraka, aku harus masuk sorga!“, pertobatan yang semu, pertobatan yang mungkin karena tema bulan itu adalh Pertobatan dan tema KKR-nya adalah kebangunan rohani, tetapi tanpa adanya penyesalan yang sungguh-sungguh. Waktu saya melayani konseling, kebanyakan mereka berkata bahwa mereka menyesal, tetapi mereka beralasan itu karena roh nenek moyang mereka, karena roh jahat, seolah dalam dirinya berkata “aku tidak bersalah!, yang lain yang salah, orang tua, temanku yang salah, aku tidak salah!”. Lihat, tidak ada pertobatan yang sungguh-sungguh, tidak ada kebangunan rohani yang sungguh-sungguh!

Saya temui orang-orang seperti itu, ketika kita ditunjukkan dosa kita, kita menyesal, karena “Kok orang ini tahu dosaku ya?, lebih baik aku ngaku saja..”. Pada suatu saat mereka merasa “bertobat”, Yesus yang mereka terima bisa-bisa adalah Yesus rekaan pikiran. Misalnya dia hidup dalam kemiskinan, dia berkata “ Yesusku, Allah yang pasti memberkati aku, memberiku kekayaan, aku percaya, aku percaya! “ Itu bukan Yesus dari Firman Tuhan, dan saat dia datang ke pintu sorga, Tuhan berkata “ Aku tidak kenal kamu, yang kamu kenal adalah Yesus rekaan pikiranmu sendiri!” Banyak orang punya spirit seperti Petrus, tapi Tuhan berkata “ iblis keluar!”.

Kita lihat seperti apa pribadi Yesus, Yesus itu rendah hati, berapa banyak kita meremehkan orang lain, “orang itu tidak sebanding kemampuannya dari aku, gerejaku adalah yang terbaik dan paling sempurna!” Jika kita tahu Yesus itu lembut dan rendah hati dan kita berlaku seperti itu, apakah Yesus yang kita kenal adalah dari Firman Tuhan atau Yesus imajinasi kita sendiri? Coba renungkanlah.

Selamat datang di Surga yang palsu

Beberapa waktu yang lalu, Tuhan memberikan saya sebuah penglihatan, saya harus menceritakan ini kepada semua orang .

Waktu itu begitu banyak orang membawa spanduk tinggi-tinggi, dari bermacam-macam gereja dan bilangannya tak terhingga. Mereka meneriakkan nama Yesus. Saya begitu terharu, saya merasa mereka sedang berjalan ke sorga, Tuhan membawa saya beberapa kilometer di depan mereka, saya melihat jurang api yang dalam, dan di situ saya melihat ada penjaganya, yang ternyata adalah malaikat-malaikat iblis yang menyamar sebagai malaikat terang. Ada yang membawa jubah pendeta, nabi, dan disitu ditulis “Selamat datang di sorga yang palsu!” saya sangat kaget “Tuhan, apa arti semua ini??” dan Tuhan menjawab “Karena tidak semua umat-Ku mengenal Yesus yang benar”. ini pewahyuan buat generasi ini, ketika orang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, mereka tidak pernah mau belajar kebenaran Firman Tuhan, mengartikannya seenaknya sendiri, berkata mengandalkan Roh Kudus tetapi ternyata mereka mereka-reka figur Yesus. Saat rekaan itu masuk dalam pikiran mereka dan menganggap itu nyata, tetapi Tuhan berkata “Pohon yang baik tidak akan mengeluarkan buah yang busuk dan berulat” Kalau buah-buah kehidupan kita, karakter kita tidak mencerminkan Kristus, kita harus introspeksi, jangan-jangan kita mengenal Yesus rekaan versi kita sendiri!

Saya begitu ngeri dengan penglihatan itu, kekristenan di negara ini hampir susah menjumpai orang yang benar jika demikian, karena banyak orang dalam penglihatan itu hampir semua menyembah Yesus versi mereka sendiri, bukan Yesus dari Injil, bukan karena mengenal Tuhan secara pribadi. Saya bertanya kepada Tuhan dalam ketakutan saya “Kenapa bisa separah itu Tuhan?” Tuhan berkata bahwa semua itu lahir dari pertobatan setengah hati, kita merasa kita menyesal tapi tidak keluar dari hati, air mata kita adalah karena terdesak, ingin dikenal sebagai orang baik.


Senilai dengan Penyembahan Berhala

Yesus membawa saya lagi “Daniel, tidakkah kamu tahu, mengapa anak-anak-Ku jatuh bangun dalam dosa?, itu karena mereka tidak mengenal Yesus yang benar, mendengar dari imajinasi pikiran mereka sendiri, menciptakan figur Tuhan sendiri dan itu dosanya senilai dengan penyembahan berhala”

Bagaimana ini bisa senilai dengan penyembahan berhala? Pada jaman dahulu mereka membuat patung lembu untuk menggantikan Tuhan mereka, tetapi anak-anak Tuhan diakhir jaman ini, membuat patung-patung menyerupai Yesus di pikiran mereka.

Saya bertanya lagi “ Bagaimana dengan orang yang dahulu mengenal Engkau dan betul-betul bertobat, buahnya baik.. Tuhan berkata “Ada tiga jenis orang, yang pertama; dari awal mereka memang sudah mereka-reka Yesus pada pikiran sendiri. Tidak ada pertobatan sejati. Pada tengah perjalanan saat mereka merasa suara Tuhan tidak sesuai dengan pikiran mereka, merasa terlalu keras dan lain sebagainya, mereka meninggalkan Yesus dan mencari Yesus yang lain. Kedua; awalnya mengenal Yesus yang benar dari Firman Tuhan, tapi seiring waktu Yesus merubah menjadi Yesus rekaan mereka sendiri. Ketiga; mereka mengenal Yesus yang benar.


Saya akan memberikan beberapa contoh:

*Ada yang memiliki luka dengan ayahnya, saat dia mendengar bahwa Yesus itu Bapa yang baik, dia sangat senang. Memang benar Dia adalah Bapa yang baik. Dia berkata “Yesus memelukku, tidak pernah memarahi aku” itu salah! Jika kita salah, Yesus bisa memarahi kita dan mendisiplin kita.

* Ada yang berkata “Oh Yesus adalah Yesus yang memberkati, jika ada kesusahan itu bukan Yesus “ ini salah.

* Banyak orang yang mengaku mendengar suara Tuhan, tetapi mereka bisa menikah dengan orang yang tidak seiman. Ada yang mengaku mengenal Tuhan tetapi dapat melakukan dosa moral yang begitu parah? Karena itu adalah Yesus imitasi!

Firman Tuhan berkata jika kita mengenal Yesus dan sungguh-sungguh didalam Yesus dan Dia didalam kita, hidup kita pasti berbuah!. Saudaraku, mari kita introspeksi, mungkin awalnya kita kenal Yesus sungguh-sungguh, tetapi seiring waktu, kita yang tidak pernah diajar, di-bapaki, dibimbing dan mengenal kebenaran secara menyeluruh, atau kita hanya ingin kebaktian yang penuh sesak, dengan musik yang keras, bersemangat. Apakah kita sudah mengenal Yesus yang benar dan mengalami kebangunan rohani yang sejati?

Saat kita menerima Yesus yang benar, itu akan membuka hati kita, tidak mungkin jika kita telah mengenal Yesus, kita tidak mencintai Dia, atau dapat mengingkari panggilan-Nya dan menolak Dia.

Kenapa ada murid-murid yang menolak Yesus? (Yohanes 6:60-66) karena mereka masih punya luka-luka dan mereka berambisi untuk memenuhi luka mereka untuk membalas dendam atas pahitnya hidup mereka. Banyak orang-orang yang keluar dari komunitas, dan ditanya apakah kamu bertumbuh? Mereka berkata “ ya saya bertumbuh” padahal mereka sakit dan seolah berkata “Akuilah aku, bahwa aku bertumbuh!” Mereka tidak mengenal Yesus. mereka mengenal Yesus dari kaset, sepotong dari hamba Tuhan yang keras, sepotong dari hamba Tuhan yang Firmannya lembut, dikumpulkan dan direka dalam pikiran “Oh, inilah Yesus, Yesus ini seperti ini..seperti itu…” dan daging mereka menikmati Yesus pikiran mereka sendiri.

Pikiran yang diberikan Tuhan ini luar biasa, saat manusia jatuh dalam dosa, dia memakan buah yang baik, dan buruk. Kita bisa memiliki kekuatan pikiran, bisa mengimajinasikan apapun juga yang ada di bumi.

Mari kita bertobat, sesakit apapun dosa kita, biarlah kita dikoyakkan dan dibersihkan. Bukan sekedar klise di mulut saja. Ketika Tuhan berkata pada saya, "Sudah waktunya umat-Nya mendengar kebenaran yang melepaskan mereka". Kita ingin proses mengenal Yesus yang seketika, tiba-tiba kita pandai berkotbah, dapat mendengar suara-Nya, Stop seperti itu! Itu membawa kita pada Yesus ciptaan kita dan jurang api! Investasikan waktu, hidup kita untuk mengenal kebenaran, agar pribadi-Nya memenuhi kita.

Sudah saatnya kita menerima, mengenal Yesus yang benar, dan mengalami kebangunan rohani yang sejati. Tuhan Yesus memberkati.

0 comments:

Posting Komentar